Minggu, 03 November 2019

Tulisan 12


Hubungan Serikat Karyawan Manajemen


Pilihan Ganda
1.      wadah organisasi dalam lingkungan kegiatan karyawan, yang fungsinya sebagai alat perjuangan kolektif karyawan dalam rangka memelihara, memantapkan , menstabilkan ataupun memantapkan kondisi-kondisi organisasi adalah maksud dari…
a.       Serikat Karyawan
b.      Orientasi karyawan
c.       Seleksi karyawan
d.      Pelatihan karyawan
2.      Salah satu cara perjuangan karyawan dalam menghadapi manajemen adalah…
a.       Meminimalkan biaya kerja lembur
b.      Perundingan dengan pihak manajemen
c.       Mengurangi kemungkinan intervensi Pemerintah
d.      Mengatur program-program kesehatan dan keamanan
3.      Untuk memungkinkan karyawan mengatasi ketidakpuasaan mereka terhadap berbagai kondisi organisasi/perusahaan merupakan salah satu … yang harus kita lihat dari sudut kepentingan karyawan sendiri.
a.       Seleksi
b.      Orientasi
c.       Landasan pertimbangan
d.      Pelatihan
4.      untuk melindungi para karyawan, menigkatkan kesejahteraan mereka, menuntut kenaikan gaji, memperbaiki kondisi-kondisi kerja dan membantu karyawan pada umumnya merupakan definisi dari…
a.       Directive Counseling
b.      Coorporative
c.       Social Unionism
d.      Business Unionism
5.      Suatu proses di mana para wakil (representative) karyawan dan pihak manajemen bertemu dan bermaksud untuk merundingkan (negosiasi) suatu perjanjian yang mengatur hubungan-hubungan kedua pihak di waktu mendatang adalah pengertian dari…
a.       Collective Bargaining
b.      Directive Counseling
c.       Coorporative Counseling
d.      Social Unionism

Essai
1.      Jelaskan pengertian dari Serikat Karyawan!
Jawab :
Pengertian. Serikat karyawan merupakan wadah organisasi dalam lingkungan kegiatan karyawan, yang fungsinya sebagai alat perjuangan kolektif karyawan dalam rangka memelihara, memantapkan , menstabilkan ataupun memantapkan kondisi-kondisi organisasi yang langsung atau tak langsung berpengaruh pada kesejahteraan social maupun ekonomi karyawan.

2.      Sebutkan cara-cara apa saja yang dapat ditempuh karyawan dalam menghadapi Manajemen!
Jawab :
Dengan kata lain serikat karyawan merupakan alat perjuangan karyawan secara kolektif menghadapi manajemen. Dalam perjuangan tersebut berbagai cara ditempuh antara lain:
a.    Mengajukan pendapat dan saran-saran
b.   Perundingan dengan pihak manajemen
c.   Mengajukan keberatan-keberatan ataupun protes atas sesuatu pengaturan yang tidak adil terhadap karyawan dan sebagainya.

3.      Jelaskan Konsep pergerakan serikat karyawan menurut Drs. T. Hani Handoko!
Jawab :
Konsep pergerakan serikat karyawan. Drs. T. Hani Handoko mengemukakan dalam bukunya, bahwa ada dua konsep pergerakan serikat karyawan yang berbeda, yang disebut sebagai berikut:

a.       Bussines Unionism. Yakni bila misi pergerakan serikat karyawan tersebut adalah untuk melindungi para karyawan, menigkatkan kesejahteraan mereka, menuntut kenaikan gaji, memperbaiki kondisi-kondisi kerja dan membantu karyawan pada umumnya.
b.      Social Unionism. Yakni bila misi serikat karyawan tersebut bertujuan pada kebijkan-kebijakan social, ekonomi dan politik yang lebih luas.
Kedua jenis pergerakan serikat karyawan ini jelas berpengaruh terhadap pihak manajemen. Pada umumnya kepentingan dominan yang diperjuangkan oleh serikat karyawan adalah segi ekonomi karyawan, namun tidak berarti segi sosialnya tidak diperhatikan. Adanya aktivitas suatu serikat karyawan dalam organisasi/perusahaan, menunjukan suatu “barometer” sejauh mana pihak manajemen mengendalikan organisasi/perusahaan beserta karyawannya. Makin tidak terjadi gejolak pergerakan karyawan, kemungkinan yang ada adalah makin baiknya pengendalian dan pembinaan organisasi/perusahaan oleh pihak manajemen. Hal seperti inilah yang memang didambakan oleh para karyawan.

4.      Sebutkan langkah penting yang perlu atau sebaiknya lakukan oleh pihak manajemen!
Jawab :
Langkah yang perlu di ambil. Untuk memungkinkan keadaan sebagaimana tersebut diatas, maka langkah penting yang perlu atau sebaliknya lakukan oleh pihak manajemen adalah sebagai berikut:
a.       Merancang pekerjaan-pekerjaan yang secara pribadi memuaskan para karyawan.
b.      Mengembangkan rencana-rencana yang memaksimumkan berbagai kesempatan individual di samping meminimumkan kemungkinan pemutusan hubungan kerja.
c.       Memilih para karyawan yang “qualified”
d.      Menetapkan standar-standar prestasi kerja yang adil (fair), mempunyai arti dan obyektif.
e.       Melatih para karyawan dan manajer sehingga memungkinkan mereka untuk mencapai tingkat pretasi yang diharapkan.
f.        Menilai dan mengharhai perilaku atas dasar prestasi kerja nyata para karyawan.
Apabila langkah-langkah tersebut, antara lain tidak dilakukan, memungkinkan yang ada adalah karyawan bergerak membentuk serikat karyawan dengan segala aktivitasnya.

5.      Jelaskan pengertian dan Proses dari Perundingan Kolektif (Collective Bargaining) !
Jawab :
Perundingan Kolektif (Collective Bargaining). Pihak manajemen sewajarnya memang perlu memberi kesempatan pada para karyawan untuk dapat mengadakan perundingan dengan pihak manajemen bila ada permasalahan yang cukup serius. “Collective Bargaining” itu sendiri berarti: “ Suatu proses di mana para wakil (representative) karyawan dan pihak manajemen bertemu dan bermaksud untuk merundingkan (negosiasi) suatu perjanjian yang mengatur hubungan-hubungan kedua pihak di waktu mendatang”. Biasanya pokok perundingan adalah mengenai penetapan syarat-syarat hubungan kerja, kondisi kerja, promosi, pemutusan hubungan kerja, hak-hak manajemen dan sebagainya
Proses Perundingan Kolektif. Proses perundingan Kolektif mempunyai tiga tahap sebagai berikut:
a.       Tahap Persiapan Negosiasi. Merupakan tahap pertama yang paling kritis.
b.      Tahap Perundingan. Merupakan tahap kedua yang sangat tergantung kepada kesediaan dan kesiapan kedua belah pihak.
c.       Tahan Lanjutan/Administrasi. Merupakan kegiatan “follow up”, yaitu administrasi perjanjian (kontrak) kerja.


Kunci Jawaban :
Pilihan Ganda
1.      A
2.      B
3.      C
4.      D
5.      A

Referensi :
Susilo Martoyo, S.E. "Manajemen Sumber Daya Manusia". BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta. 1998.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JAWABAN UTS MANAJEMEN PERPAJAKAN