Hubungan Serikat Karyawan Manajemen
Pilihan Ganda
1. wadah
organisasi dalam lingkungan kegiatan karyawan, yang fungsinya sebagai alat
perjuangan kolektif karyawan dalam rangka memelihara, memantapkan ,
menstabilkan ataupun memantapkan kondisi-kondisi organisasi adalah maksud dari…
a. Serikat
Karyawan
b. Orientasi
karyawan
c. Seleksi
karyawan
d. Pelatihan
karyawan
2. Salah
satu cara perjuangan karyawan dalam menghadapi manajemen adalah…
a. Meminimalkan
biaya kerja lembur
b. Perundingan
dengan pihak manajemen
c. Mengurangi
kemungkinan intervensi Pemerintah
d. Mengatur
program-program kesehatan dan keamanan
3. Untuk
memungkinkan karyawan mengatasi ketidakpuasaan mereka terhadap berbagai kondisi
organisasi/perusahaan merupakan salah satu … yang harus kita lihat dari sudut
kepentingan karyawan sendiri.
a. Seleksi
b. Orientasi
c. Landasan
pertimbangan
d. Pelatihan
4. untuk
melindungi para karyawan, menigkatkan kesejahteraan mereka, menuntut kenaikan
gaji, memperbaiki kondisi-kondisi kerja dan membantu karyawan pada umumnya
merupakan definisi dari…
a. Directive
Counseling
b. Coorporative
c. Social
Unionism
d. Business
Unionism
5. Suatu
proses di mana para wakil (representative) karyawan dan pihak manajemen bertemu
dan bermaksud untuk merundingkan (negosiasi) suatu perjanjian yang mengatur
hubungan-hubungan kedua pihak di waktu mendatang adalah pengertian dari…
a. Collective
Bargaining
b. Directive
Counseling
c. Coorporative
Counseling
d. Social
Unionism
Essai
1. Jelaskan
pengertian dari Serikat Karyawan!
Jawab :
Pengertian.
Serikat karyawan merupakan wadah organisasi dalam lingkungan kegiatan karyawan,
yang fungsinya sebagai alat perjuangan kolektif karyawan dalam rangka
memelihara, memantapkan , menstabilkan ataupun memantapkan kondisi-kondisi
organisasi yang langsung atau tak langsung berpengaruh pada kesejahteraan
social maupun ekonomi karyawan.
2. Sebutkan
cara-cara apa saja yang dapat ditempuh karyawan dalam menghadapi Manajemen!
Jawab :
Dengan
kata lain serikat karyawan merupakan alat perjuangan karyawan secara kolektif
menghadapi manajemen. Dalam perjuangan tersebut berbagai cara ditempuh antara
lain:
a. Mengajukan
pendapat dan saran-saran
b. Perundingan
dengan pihak manajemen
c. Mengajukan
keberatan-keberatan ataupun protes atas sesuatu pengaturan yang tidak adil
terhadap karyawan dan sebagainya.
3. Jelaskan
Konsep pergerakan serikat karyawan menurut Drs. T. Hani Handoko!
Jawab :
Konsep
pergerakan serikat karyawan. Drs. T. Hani Handoko mengemukakan dalam bukunya,
bahwa ada dua konsep pergerakan serikat karyawan yang berbeda, yang disebut
sebagai berikut:
a. Bussines
Unionism. Yakni bila misi pergerakan serikat karyawan tersebut adalah untuk
melindungi para karyawan, menigkatkan kesejahteraan mereka, menuntut kenaikan
gaji, memperbaiki kondisi-kondisi kerja dan membantu karyawan pada umumnya.
b. Social
Unionism. Yakni bila misi serikat karyawan tersebut bertujuan pada
kebijkan-kebijakan social, ekonomi dan politik yang lebih luas.
Kedua jenis pergerakan serikat karyawan ini jelas
berpengaruh terhadap pihak manajemen. Pada umumnya kepentingan dominan yang
diperjuangkan oleh serikat karyawan adalah segi ekonomi karyawan, namun tidak
berarti segi sosialnya tidak diperhatikan. Adanya aktivitas suatu serikat
karyawan dalam organisasi/perusahaan, menunjukan suatu “barometer” sejauh mana
pihak manajemen mengendalikan organisasi/perusahaan beserta karyawannya. Makin
tidak terjadi gejolak pergerakan karyawan, kemungkinan yang ada adalah makin
baiknya pengendalian dan pembinaan organisasi/perusahaan oleh pihak manajemen.
Hal seperti inilah yang memang didambakan oleh para karyawan.
4. Sebutkan
langkah penting yang perlu atau sebaiknya lakukan oleh pihak manajemen!
Jawab :
Langkah yang perlu di ambil. Untuk memungkinkan
keadaan sebagaimana tersebut diatas, maka langkah penting yang perlu atau
sebaliknya lakukan oleh pihak manajemen adalah sebagai berikut:
a. Merancang
pekerjaan-pekerjaan yang secara pribadi memuaskan para karyawan.
b. Mengembangkan
rencana-rencana yang memaksimumkan berbagai kesempatan individual di samping
meminimumkan kemungkinan pemutusan hubungan kerja.
c. Memilih
para karyawan yang “qualified”
d. Menetapkan
standar-standar prestasi kerja yang adil (fair), mempunyai arti dan obyektif.
e. Melatih
para karyawan dan manajer sehingga memungkinkan mereka untuk mencapai tingkat
pretasi yang diharapkan.
f.
Menilai dan mengharhai
perilaku atas dasar prestasi kerja nyata para karyawan.
Apabila
langkah-langkah tersebut, antara lain tidak dilakukan, memungkinkan yang ada
adalah karyawan bergerak membentuk serikat karyawan dengan segala aktivitasnya.
5. Jelaskan
pengertian dan Proses dari Perundingan Kolektif (Collective Bargaining) !
Jawab :
Perundingan
Kolektif (Collective Bargaining). Pihak manajemen sewajarnya memang perlu
memberi kesempatan pada para karyawan untuk dapat mengadakan perundingan dengan
pihak manajemen bila ada permasalahan yang cukup serius. “Collective
Bargaining” itu sendiri berarti: “ Suatu proses di mana para wakil
(representative) karyawan dan pihak manajemen bertemu dan bermaksud untuk
merundingkan (negosiasi) suatu perjanjian yang mengatur hubungan-hubungan kedua
pihak di waktu mendatang”. Biasanya pokok perundingan adalah mengenai penetapan
syarat-syarat hubungan kerja, kondisi kerja, promosi, pemutusan hubungan kerja,
hak-hak manajemen dan sebagainya
Proses Perundingan Kolektif. Proses perundingan Kolektif mempunyai tiga
tahap sebagai berikut:
a. Tahap
Persiapan Negosiasi. Merupakan tahap pertama yang paling kritis.
b. Tahap
Perundingan. Merupakan tahap kedua yang sangat tergantung kepada kesediaan dan
kesiapan kedua belah pihak.
c. Tahan
Lanjutan/Administrasi. Merupakan kegiatan “follow up”, yaitu administrasi
perjanjian (kontrak) kerja.
Kunci Jawaban :
Pilihan Ganda
1.
A
2.
B
3.
C
4.
D
5.
A
Referensi :
Susilo Martoyo, S.E. "Manajemen Sumber Daya Manusia".
BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta. 1998.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar