Sumber Pembiayaan Pembangunan
Tujuan pembangunan nasional Indonesia adalah
mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah Indonesia dihadapkan pada berbagai
masalah dan salah satu diantaranya adalah dalam hal penyediaan sumber
pembiayaan pembangunan itu sendiri. Sumber-sumber pembiayaan pembangunan dapat
berasal dari dalam negeri dan luar negeri.
Sumber Pembiayaan Pembangunan ada 4, yaitu :
1.
Tabungan Sukarela
Tabungan sukarela masyarakat adalah
bagian pendapatan yang diterima masyarakat yang secara sukarela tidak digunakan
untuk konsumsi.
Tabungan masyarakat baru akan
memberikan sumbangan kepada usaha pembangunan apabila:
·
Para
peminjam menggunakan tabungan secara produktif, yaitu modal yang mereka pinjam
akan digunakan untuk menaikan produksi barang dan jasa dalam masyarakat.
·
Tabungan di
alirkan ke badan- badan keuangan dan selanjutnya badan-badan keuangan
meminjamkanya kepada para pengusaha yang ingin melakukan penanaman modal yang
produktif
·
Salah satu Fakator yang menentukan tingkat tabungan
sukarela adalah tingkat pendapatan per kapita tersebut (Chenery dan Sirquin Bab
7)
2.
Tabungan Pemerintah
Tabungan
pemerintah merupakan kelebihan pendapatan pemerintah dari pajak dan sumber –
sumber lainnya, setelah pendapatan itu digunakan untuk pengeluaran rutin.
Pendapatan pemerintah terutama diperoleh dari pemungutan berbagai pajak.
·
Pajak Sebagai Sumber Pendapatan Pemerintah
Berbagai jenis pajak yang dipungut perintah biasanya dibedakan dalam dua
golongan, yaitu pajak langsung (derect taxes) dan pajak tidak langsung
(indirect taxes)
·
Beberapa Kebijakan Untuk Menaikan Pendapatan dari
Pajak
Sebagai salah satu kebijakan untuk mempercepat proses pembangunan perlulah dilakukan
usaha untuk meningkatkan tabugan pemerintah. Tjunan ini hanya dapat di capai
apabila tingkat pertambahan pendapatan pemerintah berkembang lebih cepat dari
tingkat pengeluaran rutin pemerintah.
·
Syarat untuk Menaikan Pendapatan Pajak Langsung
Di negara berkembang masih terdapat kemungkinan untuk menaikan penerimaan
pemerintah dari pajak langsung, terutama dari pajak pendapatan dan pajak
kekayaan.
Harus di
akui bahwa meningkatkan penerimaan pemerintah dari sumber tersebut akan
menghadapi kesulitan.
·
Meningkatkan Penerimaan Pajak dari Sektor Pertanian
Salah satu langkah untuk mengatasinya adalah menciptakan seuatu sistema
perpajakan yang sesuai agar pendapatan pajak dari sektor pertanian, yang
merupakan sektor terbesar di negara berkembang, dapat ditingkatkan.
Cara kedua
adalah mengenakan pajak atas hasil dari tanah tersebut.
·
Meningkatkan Penerimaan dari Pajak Kekayaan
Satu jenis pajak langsung lain yang masih dapata diharapkan untuk menaikkan
pendapatan pemerintah dari pajak adalah pajak kekayaan. Pajak seperti ini dapat
dikenakkan kepada kekeyaan seseorang yang beupa tanah, rumah dan bangunan.
·
Meningkatkan Penerimaan dari Pajak Perusahaan
Satu sumber penting lain pendapatan pemerintah dari pajak langsung adalah
pajak pendapatan perusahaan.
3.
Tabungan Paksa
Pajak
atau tabungan paksa (forced saving) adalah iuran yang dipaksakan kepada wajib
pajak oleh pemerintah, pajak merupakan sumber penerimaan pemerintah atau
negara.
Masyarakat
mau tidak harus mengurangi konsumsinya karena berkurangnya pendapatan akibat
pembayaran pajak. Unit ekonomi Rumah Tangga mengurangi konsumsi, Unit ekonomi
Perusahaan mengurangi investasi dan Unit ekonomi Pemerintah mengurangi
pengeluaran Pemerintah. Sama halnya dengan unit-unit ekonomi yang lain.
Pemerintah juga membeli barang dan jasa untuk melakukan kegiatannya.
Dalam
hal pengenaan pajak, pemerintah memaksa unit-unit ekonomi yang lain untuk mengurangi
pendapatan mereka dengan cara membayar pajak kepada pemerintah. Hasil
pembayaran unit ekonomi Rumah Tangga dan Perusahaan diterima Pemerintah sebagai
penerimaan Pemerintah atau penerimaan Negara. Sumber penerimaan negara ini
dapat berasal dari pajak langsung dan pajak tidak langsung. Pajak langsung
adalah pajak yang dalam artian ekonomi bebnnya tidak dapat digeserkan kepada pihak
lain oleh si wajib pajak.
Sedangkan
pajak tidak langsung merupakan pajak yang bebannya dapat dilimpahkan/digeserkan
kepada pihak lain. Dalam artian administrasi, yang dimaksud dengan pajak
langsung adalah pajak yang dipungut atas dasar surat ketetapan pajak (kohir),
sebaliknya pajak tidak langsung adalah pajak yang dipungut tanpa menggunakan
surat ketetapan pajak. Pajak di samping mempengaruhi (mengurangi) besarnya
konsumsi juga mengurangi besarnya jumlah yang ditabung, karena besarnya
pendapatan setelah dikenai pajak pasti dipakai untuk konsumsi dan atau
ditabung. Setiap kebijakan arus dihubungkan dengan pengaruh-pengaruh yang
ditimbulkannya, khususnya pengaruhnya terhadap efisiensi dan distribusi
pengaruh kebijakan terhadap efisiensi artinya bagaimana penggunaan
faktor-faktor produksi yang ada dalam perekonomian itu dimanfaatkan untuk
kepentingan produksi. dengan kebijakan yang baru itu, produksi akan meningkat
atau justru sebaliknya.
Pengaruh
suatu kebijakan terhadap disribusi pendapatan dan kesempatan kerja, pada
umumnya juga disebabkan oleh adanya realokasi faktor produksi antar sektor
maupun antar wilayah. Demikian pula halnya dengan kabijakan perpajakan. Pajak
dapat mempengaruhi produksi dan distribusi. Pengaruh pajak terhadap produksi
nampak lewat kemampuan dan kemauan untuk bekerja, menabung dan berinvestasi.
Dalam
hal Pemerintah mengenakan pajak, jangan sampai wajib pajak berkurang
kemampuannya untuk bekerja karena sangat sederhananya tingkat konsumsi wajib
pajak sehingga kesehatannya terganggu. Demikian pula hendaknya pajak jangan
terlalu mengurangi kemauan bekerja, menabung dan berinvestasi.
4.
Hasil dari Perdagangan Luar Negeri
Bagi negara-negara yang belum atau
tidak mampu menghimpun tabungan domestik yang memadai guna mendorong
pertumbuhan ekonominya,maka negara tersebut dapat pula mencari sumber
pembiayaan dari luar negeri (negara-negara lain).
Bantuan Luar Negeri adalah aliran
modal dari luar negeri berupa bantuan dari pihak resmi seperti badan-badan
internasional dan dari pemerintah negara lain. Bantuan luar negeri berfungsi
untuk mengatasi masalah-masalah seperti berikut:
1) Saving gap, tabungan pemerintah yang
tidak mampu untuk membiayai pembangunan.
2) Foreign exchange gap, mata uang
asing (devisa) yang tersedia tidak cukup untuk membiayai impor.
3) Pinjaman dan penanaman modal.
Modal asing yang merupakan pinjaman
dari luar negara-negara maju ke negara-negara berkembang, mempunyai sifat :
1) Penanaman modal langsung yaitu
penanaman modal yang dilakukan dengan cara mendirikan perusahaan di negara berkembang.
2) Modal portofolio yaitu pembelian
obligasi atau saham-saham perusahaan domestik oleh investor asing.
3) Pinjaman ekspor merupakan pinjaman
jangka panjang dengan bunga tinggi, yaitu memberi kesempatan kepada pengusaha
di negara berkembang untuk membeli peralatan modal yang harus dibayar dalam
jangka waktu lima tahun.
Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Upaya
pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa
harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program
pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan
lingkungan.
Pembangunan
berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara
bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan
lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan.
Konsep
pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro
tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:
1)
Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia
untuk menopang hidup.
2)
Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan
lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan
datang.
Contoh Pembangunan berwawasan lingkungan:
1)
membuat hotel dan kawasan hiburan di tepi pantai,
tetapi tidak merusak hutan mangrove di sekitarnya.
2)
Summarecon Bekasi akan menjadi ikon kawasan hunian dan
komersial terbaik di Bekasi. Dikembangkan di atas lahan seluas 240 hektar,
Summarecon Bekasi mulai dibangun pada november 2010 dengan konsep hunian yang
berwawasan lingkungan.konsep ini digunakan agar terjadinya keseimbangan dengan
lingkungan.
3)
kita membuat rumah yang memanfaatkan cahaya matahari
sebagai penerangan, pepohonan disekitar rumah sebagai penyejuknya,, dan
pemanfaatan air hujan sebagai air siram tanaman.
4)
Menjaga kawasan tangkapan hujan, yaitu lereng
pegunungan harus tetap banyak pohon-pohonnya.
5)
Apabila lereng pegunungan menjadi kawasan permukiman,
harus banyak dibuat sumur-sumur resapan air.
6)
Pelarangan pembuangan air limbah, langsung ke sungai,
ke dalam sumur peresapan ataupun ke laut. Sebelum air limbah dibuang harus
diolah lebih dahulu. Air tinja pun dibuang dalam sumur resapan yang menggunakan
perlapisan ijuk dan pasir.
7)
Reboisasi hutan
gundul
Komponen Pendapatam Nasional
Dalam
perhitungan pendapatan nasional, dikenal beberapa komponen. Berikut pembahasan
masing-masingnya.
A. Produk Nasional Bruto (PNB) / Gross
National Product (GNP)
GNP merupakan standar umum untuk
mengukur kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Di dalam Produk Nasional Bruto
atau GNP, nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama
satu periode tertentu dihitung untuk melihat besarnya pendapatan nasional.
Yang dihitung dalam GNP adalah produksi yang dilakukan
oleh penduduk negara yang bersangkutan, baik yang berada di dalam maupun di
luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang asing yang sedang
berada di negara tersebut tidak dihitung. Namun, barang dan jasa yang
dihasilkan penduduk negara tersebut di luar negeri akan diterima kembali dan
transaksi penerimaan kembali itu disebut sebagai "pembayaran luar
negeri."
Barang dan jasa yang dihitung dengan
menggunakan GNP adalah hanya barang dan jasa yang final atau akhir saja. Hal
ini dimaksudkan agar tidak terjadi perhitungan berulang. Contoh: kita tidak
menambahkan harga sebuah chip pada harga sebuah komputer. Namun, harga yang
harus dibayar oleh konsumen pembeli komputer itu sudah termasuk harga chip
tersebut.
GNP juga hanya memperhitungkan
barang-barang yang baru saja. Penjualan mobil bekas atau penjualan telepon
selular second, tidak diperhitungkan dalam GNP. Hal ini dilakukan karena
semacam itu tidak menambah produksi negara, namun hanya memindahtangankan
produk dari satu orang ke orang yang lain.
B. Produk Domestik Bruto (PDB) = Gross
Domestic Product (GDP)
GDP adalah total perkiraan nilai
mata uang/peredaran barang dan jasa suatu negara dalam satu tahun termasuk di
dalamnya meliputi sektor jasa, penelitian dan pengembangan. GDP dalam arti luas
berarti semua jumlah total produksi industri, pekerjaan, penjualan, bisnis dan
sektor jasa suatu negara. GDP biasa dikalkulasikan dalam periode satu tahun
namun dapat digunakan untuk memberikan gambaran dan prediksi keadaan ekonomi
negara di masa depan. GDP dihitung per kapita/per penduduk sehingga dapat
dilihat rata-rata kondisi ekonomi masyarakat.
Rumus Pendapatan Domestik Bruto
adalah dengan menjumlahkan total produksi barang dan jasa tanpa memerhitungkan
nilai penyusutannya. Pendekatan yang sering banyak digunakan untuk menghitung
PDB adalah pendekatan pengeluaran.
C. Produk Nasional Netto (PNN) = Net
National Product (NNP)
Pada dasarnya, nilai suatu benda
dalam jangka waktu tertentu dapat menurun karena terus menerus dipakai.
Misalnya mobil. Harga mobil yang telah dipakai setahun tentu saja berbeda
dengan mobil yang baru saja keluar dari pabrik dan belum pernah dipakai
sebelumnya. GNP tidak memperhitungkan hal ini. GNP tidak memperhitungkan
depresiasi atau penyusutan nilai dari suatu barang tertentu.
Karena itulah ada istilah Produk
Nasional Netto (PNN) atau Net
National Product (NNP).
Produk Nasional Netto atau NNP
adalah GNP dikurangi penyusutan barang-barang modal yang ada selama satu
periode tertentu. Jumlah NNP sama dengan jumlah pendapatan Rumah Tangga
Konsumsi sebagai imbalan atas penyerahan faktor produksi sehingga NNP disebut
juga dengan Pendapatan Nasional Netto atau NNI (Net National Income).
Namun demikian, jumlah ini belum seluruhnya diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi
(pemilik faktor produksi) sebab masih harus dikurangi lagi dengan pajak tidak
langsung.
D. Pendapatan Nasional (PN) = National
Income (NI)
Pendapatan Nasional adalah NNP atau
NNI dikurangi pajak tidak langsung. Jumlah inilah yang diterima oleh Rumah
Tangga Konsumsi (pemilik faktor produksi). Dengan kata lain, Pendapatan
Nasional adalah imbalan yang diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi dalam suatu
negara atas penyerahan faktor-faktor produksi selama satu periode.
Seperti GNP dibagi dalam empat area aktivitas
ekonomis, NI dibagi menjadi lima tipe pendapatan, yaitu:
o
Upah dan
gaji yang dibayarkan kepada pekerja.
o
Pendapatan
yang didapat oleh seorang wiraswasta atau individu, termasuk petani dan pemilik
perusahaan perseorangan.
o
Pendapatan
dari sewa
o
Keuntungan
perusahaan
o
Bunga dari
simpanan dan investasi yang diterima oleh individu.
E. Pendapatan Perseorangan (PP) = Personal
Income (PI)
Pendapatan
perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan
yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang
diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga
menghitung pembayaran transfer (transfer payment).
Transfer payment
adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun
ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh
pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas
pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya.
Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan,
NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap
badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang
tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya
keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh
setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan
kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
F. Pendapatan Bebas (PB) = Disposable
Income (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable
Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan
jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi
investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi
dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya
tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh
wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
G. Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net
National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang
diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat
diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak
langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti
pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
27 maret 2017
- http://gitoaconk.blogspot.co.id/2010/10/ekonomi-pembangunan-pengerahan-modal.html 11:48
- http://bennisetiawan.blogspot.co.id/2008/03/pembangunan-berwawasan-lingkungan.html 12:00
- http://indraachmadi.blogspot.co.id/2012/04/sumber-pembiayaan-pembangunan.html 12:05
- http://chanchanfia.blogspot.co.id/2013/07/sumber-pembiayaan-pembangunan-di_8.html 12 : 00
- http://www.gurupendidikan.net/2016/04/pengertian-pembangunan-berwawasan-lingkungan-beserta-tujuan-contoh-dan-ciri-cirinya.html 12:50
- http://ekonomisajalah.blogspot.co.id/2015/10/komponen-pendapatan-nasional.html 13:00
- http://omrizal.blogspot.co.id/2012/02/pengertian-gnp-nnp-nni-pi-dan-di.html 13:28