Minggu, 26 Maret 2017

TUGAS 2

Sumber Pembiayaan Pembangunan 

Tujuan pembangunan nasional Indonesia adalah mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah Indonesia dihadapkan pada berbagai masalah dan salah satu diantaranya adalah dalam hal penyediaan sumber pembiayaan pembangunan itu sendiri. Sumber-sumber pembiayaan pembangunan dapat berasal dari dalam negeri dan luar negeri.
Sumber Pembiayaan Pembangunan ada 4, yaitu :
1.      Tabungan Sukarela
Tabungan sukarela masyarakat adalah bagian pendapatan yang diterima masyarakat yang secara sukarela tidak digunakan untuk konsumsi.

Tabungan masyarakat baru akan memberikan sumbangan kepada usaha pembangunan apabila:
·         Para peminjam menggunakan tabungan secara produktif, yaitu modal yang mereka pinjam akan digunakan untuk menaikan produksi barang dan jasa dalam masyarakat.
·         Tabungan di alirkan ke badan- badan keuangan dan selanjutnya badan-badan keuangan meminjamkanya kepada para pengusaha yang ingin melakukan penanaman modal yang produktif
·         Salah satu Fakator yang menentukan tingkat tabungan sukarela adalah tingkat pendapatan per kapita tersebut (Chenery dan Sirquin Bab 7)

2.      Tabungan Pemerintah
Tabungan pemerintah merupakan kelebihan pendapatan pemerintah dari pajak dan sumber – sumber lainnya, setelah pendapatan itu digunakan untuk pengeluaran rutin. Pendapatan pemerintah terutama diperoleh dari pemungutan berbagai pajak.
·         Pajak Sebagai Sumber Pendapatan Pemerintah
Berbagai jenis pajak yang dipungut perintah biasanya dibedakan dalam dua golongan, yaitu pajak langsung (derect taxes) dan pajak tidak langsung (indirect taxes)
·         Beberapa Kebijakan Untuk Menaikan Pendapatan dari Pajak
Sebagai salah satu kebijakan untuk mempercepat proses pembangunan perlulah dilakukan usaha untuk meningkatkan tabugan pemerintah. Tjunan ini hanya dapat di capai apabila tingkat pertambahan pendapatan pemerintah berkembang lebih cepat dari tingkat pengeluaran rutin pemerintah.
·         Syarat untuk Menaikan Pendapatan Pajak Langsung
Di negara berkembang masih terdapat kemungkinan untuk menaikan penerimaan pemerintah dari pajak langsung, terutama dari pajak pendapatan dan pajak kekayaan.
Harus di akui bahwa meningkatkan penerimaan pemerintah dari sumber tersebut akan menghadapi kesulitan.
·         Meningkatkan Penerimaan Pajak dari Sektor Pertanian
Salah satu langkah untuk mengatasinya adalah menciptakan seuatu sistema perpajakan yang sesuai agar pendapatan pajak dari sektor pertanian, yang merupakan sektor terbesar di negara berkembang, dapat ditingkatkan.
Cara kedua adalah mengenakan pajak atas hasil dari tanah tersebut.
·         Meningkatkan Penerimaan dari Pajak Kekayaan
Satu jenis pajak langsung lain yang masih dapata diharapkan untuk menaikkan pendapatan pemerintah dari pajak adalah pajak kekayaan. Pajak seperti ini dapat dikenakkan kepada kekeyaan seseorang yang beupa tanah, rumah dan bangunan.
·         Meningkatkan Penerimaan dari Pajak Perusahaan
Satu sumber penting lain pendapatan pemerintah dari pajak langsung adalah pajak pendapatan perusahaan.

3.      Tabungan Paksa
Pajak atau tabungan paksa (forced saving) adalah iuran yang dipaksakan kepada wajib pajak oleh pemerintah, pajak merupakan sumber penerimaan pemerintah atau negara.
Masyarakat mau tidak harus mengurangi konsumsinya karena berkurangnya pendapatan akibat pembayaran pajak. Unit ekonomi Rumah Tangga mengurangi konsumsi, Unit ekonomi Perusahaan mengurangi investasi dan Unit ekonomi Pemerintah mengurangi pengeluaran Pemerintah. Sama halnya dengan unit-unit ekonomi yang lain. Pemerintah juga membeli barang dan jasa untuk melakukan kegiatannya.
Dalam hal pengenaan pajak, pemerintah memaksa unit-unit ekonomi yang lain untuk mengurangi pendapatan mereka dengan cara membayar pajak kepada pemerintah. Hasil pembayaran unit ekonomi Rumah Tangga dan Perusahaan diterima Pemerintah sebagai penerimaan Pemerintah atau penerimaan Negara. Sumber penerimaan negara ini dapat berasal dari pajak langsung dan pajak tidak langsung. Pajak langsung adalah pajak yang dalam artian ekonomi bebnnya tidak dapat digeserkan kepada pihak lain oleh si wajib pajak.
Sedangkan pajak tidak langsung merupakan pajak yang bebannya dapat dilimpahkan/digeserkan kepada pihak lain. Dalam artian administrasi, yang dimaksud dengan pajak langsung adalah pajak yang dipungut atas dasar surat ketetapan pajak (kohir), sebaliknya pajak tidak langsung adalah pajak yang dipungut tanpa menggunakan surat ketetapan pajak. Pajak di samping mempengaruhi (mengurangi) besarnya konsumsi juga mengurangi besarnya jumlah yang ditabung, karena besarnya pendapatan setelah dikenai pajak pasti dipakai untuk konsumsi dan atau ditabung. Setiap kebijakan arus dihubungkan dengan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkannya, khususnya pengaruhnya terhadap efisiensi dan distribusi pengaruh kebijakan terhadap efisiensi artinya bagaimana penggunaan faktor-faktor produksi yang ada dalam perekonomian itu dimanfaatkan untuk kepentingan produksi. dengan kebijakan yang baru itu, produksi akan meningkat atau justru sebaliknya.
Pengaruh suatu kebijakan terhadap disribusi pendapatan dan kesempatan kerja, pada umumnya juga disebabkan oleh adanya realokasi faktor produksi antar sektor maupun antar wilayah. Demikian pula halnya dengan kabijakan perpajakan. Pajak dapat mempengaruhi produksi dan distribusi. Pengaruh pajak terhadap produksi nampak lewat kemampuan dan kemauan untuk bekerja, menabung dan berinvestasi.
Dalam hal Pemerintah mengenakan pajak, jangan sampai wajib pajak berkurang kemampuannya untuk bekerja karena sangat sederhananya tingkat konsumsi wajib pajak sehingga kesehatannya terganggu. Demikian pula hendaknya pajak jangan terlalu mengurangi kemauan bekerja, menabung dan berinvestasi.


4.      Hasil dari Perdagangan Luar Negeri
Bagi negara-negara yang belum atau tidak mampu menghimpun tabungan domestik yang memadai guna mendorong pertumbuhan ekonominya,maka negara tersebut dapat pula mencari sumber pembiayaan dari luar negeri (negara-negara lain).

Bantuan Luar Negeri adalah aliran modal dari luar negeri berupa bantuan dari pihak resmi seperti badan-badan internasional dan dari pemerintah negara lain. Bantuan luar negeri berfungsi untuk mengatasi masalah-masalah seperti berikut:
1)      Saving gap, tabungan pemerintah yang tidak mampu untuk membiayai pembangunan.
2)      Foreign exchange gap, mata uang asing (devisa) yang tersedia tidak cukup untuk membiayai impor.
3)      Pinjaman dan penanaman modal.
Modal asing yang merupakan pinjaman dari luar negara-negara maju ke negara-negara berkembang, mempunyai sifat :
1)      Penanaman modal langsung yaitu penanaman modal yang dilakukan dengan cara mendirikan perusahaan di negara berkembang.
2)      Modal portofolio yaitu pembelian obligasi atau saham-saham perusahaan domestik oleh investor asing.
3)      Pinjaman ekspor merupakan pinjaman jangka panjang dengan bunga tinggi, yaitu memberi kesempatan kepada pengusaha di negara berkembang untuk membeli peralatan modal yang harus dibayar dalam jangka waktu lima tahun.

Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan.
Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:
1)      Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
2)      Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Contoh Pembangunan berwawasan lingkungan:
1)      membuat hotel dan kawasan hiburan di tepi pantai, tetapi tidak merusak hutan mangrove di sekitarnya.
2)      Summarecon Bekasi akan menjadi ikon kawasan hunian dan komersial terbaik di Bekasi. Dikembangkan di atas lahan seluas 240 hektar, Summarecon Bekasi mulai dibangun pada november 2010 dengan konsep hunian yang berwawasan lingkungan.konsep ini digunakan agar terjadinya keseimbangan dengan lingkungan.
3)      kita membuat rumah yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai penerangan, pepohonan disekitar rumah sebagai penyejuknya,, dan pemanfaatan air hujan sebagai air siram tanaman.
4)      Menjaga kawasan tangkapan hujan, yaitu lereng pegunungan harus tetap banyak pohon-pohonnya.
5)      Apabila lereng pegunungan menjadi kawasan permukiman, harus banyak dibuat sumur-sumur resapan air.
6)      Pelarangan pembuangan air limbah, langsung ke sungai, ke dalam sumur peresapan ataupun ke laut. Sebelum air limbah dibuang harus diolah lebih dahulu. Air tinja pun dibuang dalam sumur resapan yang menggunakan perlapisan ijuk dan pasir.
7)       Reboisasi hutan gundul

Komponen Pendapatam Nasional

  Dalam perhitungan pendapatan nasional, dikenal beberapa komponen. Berikut pembahasan masing-masingnya.

A.    Produk Nasional Bruto (PNB) / Gross National Product (GNP)
GNP merupakan standar umum untuk mengukur kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Di dalam Produk Nasional Bruto atau GNP, nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara selama satu periode tertentu dihitung untuk melihat besarnya pendapatan nasional.
Yang dihitung dalam GNP adalah produksi yang dilakukan oleh penduduk negara yang bersangkutan, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang asing yang sedang berada di negara tersebut tidak dihitung. Namun, barang dan jasa yang dihasilkan penduduk negara tersebut di luar negeri akan diterima kembali dan transaksi penerimaan kembali itu disebut sebagai "pembayaran luar negeri."
Barang dan jasa yang dihitung dengan menggunakan GNP adalah hanya barang dan jasa yang final atau akhir saja. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perhitungan berulang. Contoh: kita tidak menambahkan harga sebuah chip pada harga sebuah komputer. Namun, harga yang harus dibayar oleh konsumen pembeli komputer itu sudah termasuk harga chip tersebut.
GNP juga hanya memperhitungkan barang-barang yang baru saja. Penjualan mobil bekas atau penjualan telepon selular second, tidak diperhitungkan dalam GNP. Hal ini dilakukan karena semacam itu tidak menambah produksi negara, namun hanya memindahtangankan produk dari satu orang ke orang yang lain.

B.     Produk Domestik Bruto (PDB) = Gross Domestic Product (GDP)
GDP adalah total perkiraan nilai mata uang/peredaran barang dan jasa suatu negara dalam satu tahun termasuk di dalamnya meliputi sektor jasa, penelitian dan pengembangan. GDP dalam arti luas berarti semua jumlah total produksi industri, pekerjaan, penjualan, bisnis dan sektor jasa suatu negara. GDP biasa dikalkulasikan dalam periode satu tahun namun dapat digunakan untuk memberikan gambaran dan prediksi keadaan ekonomi negara di masa depan. GDP dihitung per kapita/per penduduk sehingga dapat dilihat rata-rata kondisi ekonomi masyarakat.
Rumus Pendapatan Domestik Bruto adalah dengan menjumlahkan total produksi barang dan jasa tanpa memerhitungkan nilai penyusutannya. Pendekatan yang sering banyak digunakan untuk menghitung PDB adalah pendekatan pengeluaran.

C.     Produk Nasional Netto (PNN) = Net National Product (NNP)
Pada dasarnya, nilai suatu benda dalam jangka waktu tertentu dapat menurun karena terus menerus dipakai. Misalnya mobil. Harga mobil yang telah dipakai setahun tentu saja berbeda dengan mobil yang baru saja keluar dari pabrik dan belum pernah dipakai sebelumnya. GNP tidak memperhitungkan hal ini. GNP tidak memperhitungkan depresiasi atau penyusutan nilai dari suatu barang tertentu.
Karena itulah ada istilah Produk Nasional Netto (PNN) atau Net National Product (NNP).
Produk Nasional Netto atau NNP adalah GNP dikurangi penyusutan barang-barang modal yang ada selama satu periode tertentu. Jumlah NNP sama dengan jumlah pendapatan Rumah Tangga Konsumsi sebagai imbalan atas penyerahan faktor produksi sehingga NNP disebut juga dengan Pendapatan Nasional Netto atau NNI (Net National Income). Namun demikian, jumlah ini belum seluruhnya diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi (pemilik faktor produksi) sebab masih harus dikurangi lagi dengan pajak tidak langsung.

D.    Pendapatan Nasional (PN) = National Income (NI)
Pendapatan Nasional adalah NNP atau NNI dikurangi pajak tidak langsung. Jumlah inilah yang diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi (pemilik faktor produksi). Dengan kata lain, Pendapatan Nasional adalah imbalan yang diterima oleh Rumah Tangga Konsumsi dalam suatu negara atas penyerahan faktor-faktor produksi selama satu periode.
Seperti GNP dibagi dalam empat area aktivitas ekonomis, NI dibagi menjadi lima tipe pendapatan, yaitu:
o   Upah dan gaji yang dibayarkan kepada pekerja.
o   Pendapatan yang didapat oleh seorang wiraswasta atau individu, termasuk petani dan pemilik perusahaan perseorangan.
o   Pendapatan dari sewa
o   Keuntungan perusahaan
o   Bunga dari simpanan dan investasi yang diterima oleh individu.

E.     Pendapatan Perseorangan (PP) = Personal Income (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment).
Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya.
Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).   
F.      Pendapatan Bebas (PB) = Disposable Income (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

G.    Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.




27 maret 2017 
  • http://gitoaconk.blogspot.co.id/2010/10/ekonomi-pembangunan-pengerahan-modal.html  11:48 
  • http://bennisetiawan.blogspot.co.id/2008/03/pembangunan-berwawasan-lingkungan.html  12:00 
  • http://indraachmadi.blogspot.co.id/2012/04/sumber-pembiayaan-pembangunan.html  12:05 
  • http://chanchanfia.blogspot.co.id/2013/07/sumber-pembiayaan-pembangunan-di_8.html  12 : 00 
  • http://www.gurupendidikan.net/2016/04/pengertian-pembangunan-berwawasan-lingkungan-beserta-tujuan-contoh-dan-ciri-cirinya.html 12:50 
  • http://ekonomisajalah.blogspot.co.id/2015/10/komponen-pendapatan-nasional.html 13:00 
  • http://omrizal.blogspot.co.id/2012/02/pengertian-gnp-nnp-nni-pi-dan-di.html 13:28


Senin, 06 Maret 2017

TUGAS 1

 SISTEM EKONOMI INDONESIA

Sistem 
berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Ekonomi
merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."

Pengertian Sistem Ekonomi

  • Secara umum,
    Pengertian sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi seluruh kegiatan perekonomian dalam masyarakat yang dilakukan pemerintah atau swasta berlandaskan prinsip tertentu dalam rangka meraih kemakmuran atau kesejahteraan.
  • Menurut Gilarso (1992:486)
    sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.
  • Menurut McEachernsistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).
  • Dumatry (1996)
    Pengertian sistem ekonomi menurut Dumatry adalah suatu sistem yang mengatur dan terjalin hubungan ekonomi antar sesama manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan
    bahw
  • Menurut Chester A Bermand
    Pengertian sistem ekonomi adalah suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri dan batas tersendiri.   
  • Menurut Gregory Grossman dan M. Manu
    Pengertian sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi. 

Macam - Macam Sistem Ekonomi

Setiap negara mempunyai cara atau sistem yang berbeda dalam memecahkan permasalahan ekonomi. Sistem ekonomi yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sebagai berikut : 

Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional ialah suatu sistem ekonomi dalam organisasi kehidupan ekonomi berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun yang mengandalkan faktor produksi apa adanya.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional antara lain :
·         Belum terdapat pembagian kerja yang jelas dalam masyarakat.
·         Bergantung pada sektor pertanian/agraris.
·         Pemenuhan kebutuhan menggunakan sistem barter
·  Proses produksi dan sistem distribusi terbentuk karena kebiasaan (tradisi) masyaraka yang sifatnya kekeluargaan, sehingga bersifat kurang dinamis.
·         Teknologi produksi  yang digunakan masih sederhana
·         Alam menjadi sumber utama untuk bertahan hidup
Kelebihan sistem ekonomi tradisional:
·         Tidak terjadi persaingan dalam kegiatan ekonomi
·         Kegiatan ekonomi dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan
·         Kehidupan ekonomi masyarakat cenderung stabil
·       Tidak menimbulkan tekanan psikologis bagi masyarakat
Kelemahan sistem ekonomi tradisional:
·       Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan bukan meningkatkan taraf hidup.
·         Kegiatan ekonomi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan
·         Sulit mengalami kemajuan karena perubahan dianggap tabu.
·         Tidak memperhatikan efisiensi dalam mengalokasika sumber daya ekonomi

Sistem Ekonomi Terpusat/ Komando (Sosialis)
Sistem ekonomi Komando adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memiliki kekuasaan yang dominan pada pengaturan kegiatan ekonomi. Penguasaan dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut sistem ekonomi terpusat antara lain: Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).
Ciri-ciri sistem ekonomi komando:
·         Alat dan sumber produksi dimiliki oleh Negara
·         Kebijakan ekonomi diatur dan ditentukan oleh pemerintah (central planning)
·         Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah
·         Kebebasan masyarakat dalam berekonomi tidak ada
·         Hak milik pribadi tidak diakui oleh pemerintah
·         Tingkat harga dan bunga ditentukan oleh pemerintah
Kelebihan sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut:
·         Kegiatan dan jenis perekonomian menjadi tanggung jawab pemerintah
·         Pengendalian dan pengawasan harga dapat mudah dilakukan
·         Distribusi barang-barang produksi diatur pemerintah
·         Perekonomian relatif stabil dan jarang terjadi krisi
·         Adanya pemerataan tingkat pendapatan
Kekurangan atau kelemahan sistem ekonomi komando
·         Inisiatif dan daya kreasi individu tidak berkembang
·         Kebebasan atas hak milik alat dan sumber daya ekonomi tidak ada
·        Hak milik individu tidak ada, kecuali barang yang telah dibagikan oleh pemerintah
·   Kesulitan dalam menghitung kebutuhan masyarakat sehingga biaya produksi sangat besar

Sistem Ekonomi Liberal
Pada sistem ekonomi liberal (pasar), masyarakat diberikan kebebasan untuk menentukan dan mengatur kegiatan ekonomi sesuai tingkat kemampuan tanpa ada campur tangan oleh pemerintah. Aspek modal memegang peran penting dalam sistem ekonomi liberal. Tingkat harga barang ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran (mekanisme pasar).
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal:
·         Alat dan sumber daya dapat dimiliki dan diatur oleh swasta
·         Terdapat pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kelas pekerja (buruh) dan pemilik modal
·         Terjadi persaingan usaha dalam mencari keuntungan sebesar-besarnya
·         Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi, campur tangannya hanya pada hal-hal yang tidak dilakukan oleh pihak swasta seperti politik luar negeri dan keamanan negara.
Kelebihan sistem ekonomi liberal:
·         Setiap individu bebas melakukan kegiatan ekonomi sesuai kemampuannya
·         Inisiatif dan kreativitas masyarakat dapat berkembang
·         Adanya persaingan usaha dalam menghasilkan produk berkualitas
·         Efisiensi dan efektivitas tinggi karena tindakan ekonomi didasarkan pada prinsip ekonomi.
Kelemahan sistem ekonomi liberal:
·         Adanya persaingan tidak sehat karena terjadi eksploitasi pemilik modal
·   Adanya modal terpusat yang dapat menimbulkan monopoli sehingga merugikan masyarakat
·         Menimbulkan kesenjangan ekonomi karena distribusi pendapatan tidak merata
·  Adanya kebebasan dalam berekonomi dapat mendorong ketidakseimbangan perekonomian

Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem ekonomi yang di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha melakukan kegiatan ekonomi, akan tetapi disisi lain pemerintah memiliki campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat pada sumber daya ekonomi.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran:
·         Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hajat hiduporang banyak yang dikuasai oleh negara.
·         Terdapat campur tangan pemerintah terhadap mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan ekonomi
·         Mekanisme kegiatan perekonomian teradalah campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
·         Hak milik perorangan diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentinga umum.
Kebaikan sistem ekonomi campuran:
·         Sektor ekonomi dikuasai oleh pemerintah yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
·         Hak individu/swasta diakui dengan jelas.
·         Harga lebih mudah untuk dikendalikan.
Keburukan sistem ekonomi campuran:
·         Peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta.
·     Timbulnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah sedangkan sedikit sekali pengawasannyad

Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi Indonesia atau demokrasi ekonomi diartikan bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh dan untuk rakyat dengan pengawan pemerintah. Sistem ekonomi berdasarkan pada falsafah Pancasila yang mengandung unsur-unsur meliputi asas kekeluargaan, pandangan agamis tentang masyarakat, dan asas keadilan. Sistem ekonomi Indonesia memandang perlunya keterlibatan tiga pelaku ekonomi, yaitu swasta, negara dan koperasi dalam kegiatan perekonomian.

Penerapan sistem ekonomi disesuaikan dengan cita-cita bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat secara adil dan makmur. Prinsip keadilan berkaitan dengan pembagian hasil produksi, pendapatan, dan kesempatan antara masyarakat. Keadilan menunjukan terpenuhinya kebutuhan masyarakat, tanpa membedakan kekayaan dan diskriminasi jenis kelamin, suku, agama, ras, antar golongan, provinsi dan pulau.
Prinsip penerapan sistem ekonomi Indonesia harus menghindari ciri-ciri sebagai berikut :
·         Sistem persaingan bebas (free fight liberalism)
Sistem persaingan bebas menimbulkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain. Sejarah mencata bahwa sistem ini telah menimbulkan kelemahan struktur perkenomian Indonesia.
·         Sistem elatisme
Elatisme diartikan sebagai paham yang lebih mementingkan negara daripada rakyatnya. Sistem ini memberikan kesempatan bagi negara dan aparaturnya bersifat dominan. Selain itu, sistem ini mematikan potensi, kreasi dan inisiatif pelaku ekonomi di luar sektor ekonomi yang dikelola oleh negara.
·         Monopoli dan persaingan tidak sehat
Monopoli terjadi karena pemusatan kekuatan ekonomi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan monopoli dapat mendorong penguasaan ekonomi oleh sekelompok orang. Monopoli dapat menimbulkan kesenjangan ekonomi karena distribusi pendapatan tidak merata.

Landasan Sistem Ekonomi Indonesia


Era pra-kemerdekaan adalah masa di mana kapitalisme mencengkeram erat Indonesia, dalam bentuk yang paling ekstrim. Pada masa ini, Belanda sebagai agen kapitalisme benar-benar mengisi tiap sudut tubuh bangsa Indonesia dengan ide-ide kapitalisme dari Eropa. Dengan ide kapitalisme itu, seharusnya bangsa Indonesia bisa berada dalam kelas pemilik modal. Tetapi, sebagai pemilik, bangsa Indonesia dirampok hak-haknya. Sebuah bangsa yang seharusnya menjadi tuan di tanahnya sendiri, harus menjadi budak dari sebuah bangsa asing. Hal ini berlangsung hingga bangsa Indonesia mampu melepaskan diri dari penjajahan belanda.
“Perekonomian Indonesia berdasarkan atas asas kekeluargaan.” Demikianlah kira-kira substansi pokok sistem perekonomian Indonesia paska kemerdekaan. Menurut Landasan idiil Sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila. Artinya sitem ekonomi itu berorientasi kepada :
·         Ketuhanan Yang Maha Esa (Adanya moral agama,bukan materialisme)
·         Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Tanpa ada eksploitasi)
·         Persatuan Indonesia (Adanya kebersamaan,kekeluargaan dan Nasionalisme)
·         Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan ( mementingkan hajat hidup orang banyak)
·         Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (Adanya kesetaraan)
   Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme); Kemanusiaan yang adil dan Beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan, Asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi); Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyuat dan hajat hidup orang banyak); serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama  bukan kemakmuran orang-seorang).
Dari butir-butir di atas, keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. Keadilan merupakan titik-tolak, proses dan tujuan sekaligus.
Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia yang berdasar Pancasila, dengan kelengkapannya, yaitu Pasal-pasal 18, 23, 27 (ayat 2) dan 34.
sds

Sesi Ber-Opini


Apabila saya memiliki posisi sebagai pengambil kebijakan pembangunan, maka saya akan mementingkan Pertumbuhan Ekonomi. Karena, dalam pemikiran ini pertumbuhan ekonomi menjadi kriteria utama bagi pengukuran keberhasilan pembangunan. Selanjutnya dianggap bahwa dengan pertumbuhan ekonomi buah pembangunan akan dinikmati pula oleh si miskin melalui proses merambat ke bawah (trickle down effect) atau melalui tindakan koreksi pemerintah mendistribusikan hasil pembangunan. Bahkan tersirat pendapat bahwa ketimpangan atau ketidakmerataan adalah merupakan semacam prasyarat atau kondisi yang harus terjadi guna memungkinkan terciptanya pertumbuhan, yaitu melalui proses akumulasi modal oleh lapisan kaya.
Strategi pembangunan ekonomi suatu Negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusatkan, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah (trickle-down-effect) dan pendistribusian kembali. Dengan memperbanyak investasi dari pengusaha local maupun luar negeri.
Pada tahun 2016 Indonesia mengalami pertumbukan ekonomi sebesar 5,02% . Sebagian besar kenaikan tersebut didapatkan dari hasil sektor pertanian,perikanan,dan perkebunan. Maka dari itu, selain dengan memperbanyak Investasi dan modal usaha, Memperhatikan kualitas panen dan kemudahan dalam produksi para petani dan nelayan sangatlah penting untuk dilakukan dalam memajukan pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Sumber :


JAWABAN UTS MANAJEMEN PERPAJAKAN