Senin, 28 November 2016

Tugas 7

Pengertian Marketing Mix

Pada dasarnya pengertian marketing mix tidak jauh berbeda dengan pengertian marketing umumnya, mupun pengertian pemasaran biasanya. Namun konsep marketing mix, menawarkan sedikit perbedaan dengan kedua pengertian marketing-pemasaran tersebut. Dimana teori marketing mix lebih mengedepankan pembauran (gabungan) teori pemasaran atau marketing pada umumnya, dalam memasarkan produk (barang) maupun jasa.
Pengertian marketing mix adalah menjalankan kegiatan pemasaran yang dilakukan secara terpadu. Artinya kegiatan ini dilakukan secara bersama (gabungan) di antara elemen-elemen yang ada dalam marketing mix itu sendiri. Karena dalam konsepnya, setiap elemen pemasaran tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, tanpa didukung oleh elemen lainnya.

Konsep 7P dalam Marketing Mix

Marketing mix pada produk barang yang kita kenal selama ini berbeda dengan produk jasa. Marketing mix pada produk jasa mencakup 4P (Product, Price, Place, Promotion). Sedangkan untuk jasa keempat hal tersebut dirasa masih kurang mencukupi. Untuk produk jasa ditambah lagi 3 unsur yaitu People, Process, Physical Environment. Semua unsure-unsur ini saling mempengaruhi satu sama lain sehingga bila salah satu tidak tepat pengorganisasiannya akan mempengaruhi strategi pemasaran secara keseluruhan

Product (Produk)
Produk adalah barang atau jasa yang didesain sedemikian rupa dengan tujuan untuk dipasarkan. Produk yang berkualitas akan memiliki nilai jual tinggi, serta akan mampu menarik calon pelanggan untuk membelinya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan produk/jasa yaitu: fungsi; kualitas; kemasan; penampilan; layanan; dukungan; dan garansi.

Price (Harga)
Setelah produk dan jasa yang kita ingin pasarkan telah ada, barulah kita menetukan harga jual produk/jasa kita tersebut. Harga adalah besaran uang yang harus diberikan oleh pelanggan kepada kita, untuk dapat menggukan produk atau jasa kita. Harga ini bisa saja murah atau mahal, hal ini disesuaikan dengan target market kita.

Place (Tempat)
Tempat (place) juga berpengaruh terhadap keberhasilan pemasaran. Tempat yang strategis akan lebih mengundang banyak pelanggan baru, ketimbang tempat yang sulit dijangkau oleh pelanggan. Tentukanlah tempat yang tepat untuk toko produk/jasa kita. Yang perlu diperhatikan dalam menentukan tempat adalah lokasi mudah dijangkau, strategis dan jangkauan dukungan seperti website, telepon ,dll.

Promotion (Promosi) 
Promosi adalah hal terpenting dalam proses marketing. Kunci keberhasilan dalam proses pemasaran ditentukan oleh promosi ini. Karena promosilah yang pada dasarnya menawarkan produk atau jasa kita dipilih dan dibeli oleh pelanggan. Dalam melakukan promosi, ada beberapa hal yang umumnya dilakukan seperti periklanan, penjualan langsung,  public relations (hubungan masyarakat), media, serta penentuan anggaran.

People (orang)
adalah semua orang yang terlibat aktif dalam pelayanan dan mempengaruhi persepsi pembeli, nama, pribadi pelanggan, serta pelanggan-pelanggan lain yang ada dalam lingkungan service (layanan) jasa tersebut. People termasuk kegitan untuk karyawan mulai dari rekrutmen, diklat (pendidikan dan pelatihan), motivasi, balas jasa, kerja sama, serta pelanggan (customers )dan colon pelanggan.

Physical Evidence (bukti fisik)
adalah bukti keberadaan prusahaan. Seperti halnya simbol prusahaan, moto, visi, misi, fasilitas yang dimiliki (gedung kantor, dll.), laporan (keuangan, dokumen-dokumen, dll.), kartu nama, seragam karyawan, jaminan perusahaan, dan kekayaan perusahaan.

Process (proses)
yaitu keterlibatan pelanggan (customers) dalam pelayanan jasa, proses aktivitas, standar pelayanan, kesederhanaan, atau kompleksitas prosedur kerja yang ada di lingkungan prusahan jasa tersbut.

Pengaruh Marketing mix dalam suatu barang


            Marketing mix memang berlaku bagi semua barang / produk yang dijual. Namun, produk sendiri terbagi menjadi dua yaitu produk nyata bisa dilihan dan produk tidak nyata atau jasa hanya bisa dirasakan tapi tidak bisa dilihat, Dalam hal produk perlu diperhatikan kualitas, layanan, dan lain-lain karena konsumen ketika membeli bukan hanya sekedar ingin tapi juga membutuhkan dan harus kita perhatikan kualitas konsumen terhadap produk yang ditawarkan,

Orientasi pasar dalam suatu perusahaaan


Perusahaan yang mengadakan orientasi pasar cenderung akan menekankan kepada penjualan barang / jasa demi kelangsungan perusahaan, Perusahaan juga akan ditekan untuk dapat menjual produk mereka dengan berbagai cara, keuntungannya sendiri juga dari hasil banyaknya produk yang berhasil terjual. Semakin lama pasti akan semakin banyak saingan produk yang dihasilkan oleh perusahaan lain dengan produk yang sama, saat ini lah berubah dari orientasi produk menjadi orientasi pada pasar, Jika dilihat dari keberhasilan bisnis dalam jangka panjang, maka perusahaan yang tidak melakukan orintasi terhadap pasar lah yang akan bertahan. Perusahaan ini harus melakukan orientasi terhadap produk agar usahanya tetap berjalan dan hidup, maka perusahaan yang cenderung tidak menggunakan orientasi pada pasar menspesialisasikan untuk mengembangkan produk / jasa yang mereka buat. Usaha yang dilakukan adalah bagaimana cara mereka untuk meningkatkan daya saing produk di pasaran. Contohnya adalah Go-Jek, Setelah Go-Jek mulai terkenal di Indonesia, banyak perusahaan asing yang masuk ke Indonesia dengan bidang yang sama, yaitu penyelenggara transportasi. Dalam kasus ini, Go-Jek tidak tinggal diam, mereka berinovasi dengan fitur-fitur yang belum ada pada perusahaan asing pesaing nya. Mereka menyediakan fitur selain transportasi, seperti Go-Food, dimana kita bisa memesan makanan seperti delivery pada restoran tertentu tapi kita bisa memesan berbagai macam makanan di daerah sekitar tempat tinggal kita. Fitur ini sangat memberikan kepuasan terhadap konsumen Go-Jek, inovasi ini terbilang tepat karena rata-rata orang Indonesia adalah konsumen. Disamping memudahkan konsumen, dimana orang Indonesia cenderung lebih suka dilayani daripada melayani dirinya sendiri contohnya dengan memesan makanan pada aplikasi Go-Jek in, konsumen tidak usah keluar rumah untuk membeli makan, cukup memesan, menunggu dan membayar jasa serta makanan yang kita beli.

  • Masalah harga bagi perusahaan dapat memberikan dorongan kepada perusahaan dikarenakan perusahaan dituntut untuk membuat suatu produk dengan harga sedikit mungkin, tanpa mengurangi kualitas, sehingga sampai dengan konsumen dengan harga yang tidak cukup tinggi atau murah. Disamping ini juga perusahaan dituntut agar tidak rugi. Diperlukan peranan penting dalam produksi sebuah produk pada perusahaan. Bagian yang paling terpenting adalah bagian yang menyelenggarakan bahan pokok produk, sehingga mereka ditekankan untuk dapat bekerja sama dengan penyelenggara bahan pokok sehingga tercapailah bahan pokok produksi yang terbilang murah.
  • Pengaruh harga bagi konsumen sangatlah penting untuk menetapkan pembelian adalah mayoritas konsumen yang cenderung sensitif terhadap harga, namun juga mementingkan kualitas, merk, kualitas, kuantitas. Pendapat para konsumen tentang kualitas juga cenderung dipengaruhi oleh harga. Jika harga sebuah barang itu mahal, maka sudah pasti kualitas produknya sangat baik. 





Senin, 14 November 2016

Tugas 6

Teori Upah

Ada 2 teori tentang upah:
  1. Teori tawar manawar
    Menyatakan bahwa tingkat upah ditentukan oleh tawar menawar di pasaran tenaga kerja. Pembeli ialah pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja dan penjualnya ialah calon karyawan, mungkin juga melalui organisasi tenaga kerja sebagai perwakilan mereka. Jika titik keseimbangan yang dicapai itulah yang menetapkan besarnya upah.

  2. Teori standar hidup
    Didasarkan atas keyakinan bahwa buruh harus dibayar secara layak agar dapat memenuhi kebutuhan standar hidupnya. Standar hidup ini diartiakn cukup untuk membiayai keperluan hidup seperti makanan, pakaian, perumahan, rekreasi, pendidikan dan perlindungan asuransi. Tidak ada suatu cara yang dapat dipakai untuk menetapkan upah ini, dan pada umumnya penetapan upah merupakan kombinasi dari berbagai pertimbangan.

Perbedaan antara Upah dan Kompensasi


A.   Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan (Malayu S.P. Hasibuan, 2002:54). Kompensasi berbentuk uang, artinya gaji dibayar dengan sejumlah uang kartal kepada karyawan yang bersangkutan. Kompensasi berbentuk barang, artinya gaji dibayar dengan barang. Misalnya gaji dibayar 10% dari produksi yang dihasilkan. Di Jawa Barat penunai padi upahnya 10% dari hasil padi yang ditunai.
Kompensasi merupakan istilah yang berkaitan dengan imbalan-imbalan finansial (financial reward) yang diterima oleh orang-orang melalui hubungan kepegawaian mereka dengan sebuah organisasi. Pada umumnya bentuk kompensasi berupa finansial karena pengeluaran moneter yang dilakukan oleh organisasi. Kompensasi bisa langsung diberikan kepada karyawan, ataupun tidak langsung, dimana karyawan menerima kompensasi dalam bentuk-bentuk non moneter.

B.    Upah adalah hak pekerjaan atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesempatan atau peraturan perundangan-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh.
Upah (wages) biasanya berhubungan dengan tarif gaji perjam (semakin lama kerjanya, semakin besar bayarannya). Upah merupakan basis bayaran yang kerap digunakan bagi pekerja-pekerja produksi dan pemeliharaan. Sedangkan gaji (salary) umumnya berlaku untuk tarif mingguan, bulanan atau tahunan.

Pengertian dari :


·         Out Sourching merupakan penggunaan tenaga kerja dari luar perusahaan sendiri untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu yang spesifik. Dari pengertian tersebut, kita mendapatkan minimal dua hal yang musti dijelaskan, yaitu perusahaan outsourcing dan jenis pekerjaan yang umum di serahkan kepada tenaga dari luar tersebut. Yang disebut sebagai Perusahaan Outsourcing adalah perusahaan yang menyediakan jasa tenaga kerja untuk keahlian pada bidang pekerjaan tertentu sesuai dengan permintaan perusahaan yang membutuhkannya.
·         Motivating atau pemotivasian merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian intruksi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela apa yang dikehendaki oleh atasan, pemberian inspirasi, semangat dan dorongan oleh atasan kepada bawahan ditujukan agar bawahan bertambah kegiatannya, atau mereka lebih bersemangat melaksanakan tugas-tugas sehingga mereka lebih berdaya guna dan berhasil guna.
·         Job description merupakan panduan dari perusahaan kepada karyawannya dalam menjalankan tugas. Semakin jelas job description yang diberikan, maka semakin mudah bagi karyawan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan perusahaan. Deskripsi pekerjaan adalah penyataan tertulis mengenai gambaran suatu pekerjaan, kondisinya, dan hubungannya dengan bagian lain dalam organisasi. Job description adalah bagian penting dari sistem pengembangan SDM. Ibarat navigator, job desc adalah peta yang menentukan arah, kemana harus berbelok, berapa kecepatan yang diperlukan dan seterusnya
·         Separation merupakan putusnya hubungan kerja seseorang dari suatu perusahaan. Pemberhentian ini disebabkan oleh keinginan karyawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja berakhir, pensiun, dan sebab – sebab lainnya. Pelepasan ini diatur oleh Undang – Undang Nomor 12 tahun 1964. Pada hakekatnya fungsi manajemen yang bersifat manajerial maupun operasional dimaksudkan sebagai satu titik tolak dalam menjalankan tugas-tugas manajemen sumber daya manusia, sehingga akhirnya tercapai tujuan dari organisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perusahaan dapat melakukan cara untuk memotivasi karyawan secara baik, sehingga akan mendorong prestasi kerja dan mancapai tujuan organisasi. 


Manajemen Produksi yang Mementingkan Pelestarian Lingkungan

Produksi bersih adalah strategi pengelolaan lingkungan yang sifatnya mengarah pada pencegahan dan terpadu untuk diterapkan pada seluruh siklus produksi. Produksi bersih merupakan sebuah strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif atau pencegahan dan terpadu yang perlu diterapkan secara terus menerus pada proses produksi dan daur hidup produk dengan tujuan mengurangi risiko terhadap manusia dan lingkungan. Hal tersebut, memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas dengan memberikan tingkat efisiensi yang lebih baik pada penggunaan bahan mentah, energi dan air, mendorong performansi lingkungan yang lebih baik, melalui pengurangan sumber-sumber pembangkit limbah dan emisi serta mereduksi dampak produk terhadap lingkungan. Produksi bersih berfokus pada usaha pencegahan terbentuknya limbah, yang merupakan salah satu indikator inefisiensi. Dengan demikian, usaha pencegahan tersebut harus dilakukan sejak awal proses produksi dengan mengurangi terbentuknya limbah serta pemanfaatan limbah yang terbentuk melalui daur ulang. Keberhasilan upaya ini akan menghasilkan penghematan yang besar karena penurunan biaya produksi yang signifikan sehingga pendekatan ini dapat menjadi sumber pendapatan.
Beberapa contoh kegiatan usaha yang melaksanakan produksi bersih, sebagai berikut :
A.    Krakatau Steel
Perusahaan ini yang sangat peduli terhadap pengurangan emisi gas Karbondioksida (CO2) bekerja sama dengan PT. Resources Jaya Teknik Management Indonesia ( PT. RMI) mengelola gas buang (Karbondioksida). CO2 sisa hasil produksi dimurnikan hingga menjadi karbondioksida cair. Tidak hanya itu saja yang dilakuak Krakatau Steel bersama PT. RMI, perusahaan-perusahaan tersebut melakukan CO2 capture dan Storage (CSS) dalam proses produksinya. Semua itu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.
B.     Car Sharing
Dengan cara saling berbagi kendaraan, tukar menukar, atau usaha penyewaan kendaraan, sehingga pemakaian bahan bakar dapat diminimalkan. Hal itu juga akan mengurangi emisi gas buang dari kendaraan dan akan lebih meminimalkan polusi udara.
C.     Pengenalan CNG di New Delhi, India
Di India pemakaian bahan bakar CNG digunakan untuk angkutan-angkutan umum. Dikarenakan setiap tahunya India mengalami percepatan pencemaran udara.



Tindakan yang perlu diambil oleh pimpinan perusahaan agar pelanggan dapat dilayani tepat waktu adalah sebagai berikut. 

·         Meniadakan segala macam / bentuk pungutan yang tidak resmi. 
·         Menata sistem/ prosedur pelayanan secara berkesinambungan, sesuai dengan tuntutan dan dinamika perkembangan masyarakat. 
·         Penyelesaian permohonan pelayan (sesuai batas waktu yang ditetapkan). 
·      Membuka kesempatan kpd masyarakat, untuk menyampaikan saran/ pengaduan tentang pelayanan yang diberikan (secara langsung/ melalui media).
·         Membuat standar kuwalitas pelayanan (membuat persyaratan, prosedur, batas waktu) baik dalam bentuk pengumuman atau buku panduan. 
·         Melakukan penelitian secara berkala untuk mengetahui kepuasan pelanggan. 
Waktu pelayanan (sevice time) adalah waktu yang digunakan untuk melayani individu-individu dalam suatu system. Apabila waktu pelayanan mengikuti distribusi eksponensial atau distribusi acak, waktu pelayanan (unit/jam) akan mengikuti ditribusi poisson

Kamis, 10 November 2016

Tugas 5

Peran Seorang Akuntan dalam Fungsi Manajemen Suatu Perusahaan

Peran seorang akuntan dalam fungsi manajemen suatu perusahaan sangat penting. Karena semua perusahaan membutuhkan pengelolaan data yang akurat dan tepat untuk informasi perusahaan. fungsi manajemen itu sendiri adalah untuk menyajikan data-data atau informasi penting terkait berdasarkan data historis dalam rangka melaksanakan proses manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, dan penilaian kinerja. Dan dapat dilihat dari tugas utama seorang akuntan dalam perusahaan adalah untuk membukukan seluruh aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan dengan sistematis, periodik serta dengan mudah mampu utuk dipahami oleh pihak pihak yang berkepentingan atas laporannya, baik internal perusahaan ataupun eksternal perusahaan.  Pihak-pihak yang berkepentingan menggunakan laporan akuntansi sebagai sumber informasi utama untuk pengambilan keputusan. Informasi lainpun juga diperlukan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Informasi-informasi tersebut ditampung menjadi satu, dianalisis dan pada akhirnya dipakai sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Maka dari itu, peran seorang akuntan sangatlah diperlukan dalam fungsi manajemen suatu perusahaan.


Makna dalam Persamaan Akuntansi

Persamaan akuntansi adalah persamaan untuk menggambarkan hubungan antara elemen-elemen dalam laporan keuangan. Elemen-elemen laporan keuangan yang utama ada 5, yaitu aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Ketiga elemen laporan keuangan yang pertama (aset, kewajiban ekuitas) berada di laporan laporan posisi keuangan (dulu dikenal dengan nama “neraca”). Kedua elemen berikutnya (pendapatan dan beban) berada di laporan laba rugi (dulu dikenal dengan nama “laporan rugi laba”).
Pengakuan transaksi lebih mudah dilakukan apabila pengguna memahami persamaan akuntansi.Persamaan akuntansi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu persamaan akuntansi dasar dan persamaan akuntansi ekstensi. Persamaan akuntansi dasar sangat sederhana, yaitu “Aset = Liabilitas + Ekuitas”. Sementara itu, persamaan akuntansi ekstensi ada 2, yaitu persamaan akuntansi perspektif sejarah dan perspektif IFRS. Persamaan akuntansi ekstensi perspektif sejarah adalah “Aset + Beban = Liabilitas + Ekuitas + Penghasilan”. Persamaan akuntansi ekstensi perspektif IFRS adalah “Aset = Liabilitas + Ekuitas + (Penghasilan – Beban)”.
Aktiva atau assets merupakan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan dapat memberikan manfaat pada masa yang akan datang. Ekuitas atau equity merupakan hak pemilik yang merupakan sumber investasi. Hubungan antara aktiva dan ekuitas dapat dinyatakan dalam persamaan berikut.
Aktiva = Ekuitas
Ekuitas terdiri atas dua komponen utama, yaitu kewajiban atau liabilities dan modal atau capital/owner’s equity. Kewajiban merupakan keharusan suatu perusahaan untuk melunasi jumlah tertentu atau melaksanakan suatu jasa kepada pihak lain pada saat jatuh tempo.
Adapun modal merupakan hak pemilik dalam suatu perusahaan sebagai akibat adanya modal pokok yang diserahkan untuk memulai usaha. Kedua komponen ekuitas ini dapat dinyatakan sebagai berikut.
Ekuitas = Kewajiban + Modal
Dengan demikian, persamaan akuntansi tersebut dapat ditulis ulang menjadi seperti berikut.
Aktiva = Kewajiban + Modal
Dari persamaan ini menunjukkan hubungan antara aktiva, kewajiban, dan modal yang kemudian disebut sebagai persamaan akuntansi atau accounting equation. Persamaan akuntansi merupakan perangkat dasar dalam bidang akuntansi. Persamaan akuntansi menjelaskan bahwa nilai aktiva selalu sama dengan penjumlahan nilai kewajiban dan modal. Artinya, aktiva dipengeruhi oleh dua variabel, yaitu kewajiban dan modal.

Konsep Kelangsungan Usaha (Going Concern)


Konsep kesinambungan dalam akuntansi menyatakan bahwa suatu entitas akan terus melakukan usahanya untuk masa yang tak dapat diramalkan dimasa yang akan datang. Untuk itu diperlukan laporan keuangan secata priodik untuk mengukur tingkat keuangan dan kemajuan usaha tersebut.

Konsep kelangsungan usaha adalah konsep yang menyatakan bahwa perusahaan akan beroperasi terus-menerus sampai waktu yang tidak ditentukan. Konsep ini merupakan dasar yang penting dalam menyusun laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan biasanya disusun per periode yang lamanya bisa setahun, satu semester, atau triwulan.

Implikasi konsep ini bagi pemakai laporan keuangan adalah bahwa pemakai mengetahui perusahaan akan tetap berjalan sampai waktu yang tidak ditentukan dan dapat memakai laporan keuangan tersebut untuk menentukan membeli saham perusahaan tersebut atau berinvestasi dalam bentuk lain.

Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan, maka pimpinan harus menjaga unsur-unsur berikut :
1.      Likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo. Likuiditas dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
·         Likuiditas extern, dimana perusahaan mempunyai kemampuan untuk memenuhi kewajibannya dengan pihak luar.
·         Likuiditas intern, dimana perusahaan mempunyai kemampuan untuk menjamin proses produksinya.

Untuk melihat suatu badan usaha likuid atau tidak, disusun suatu neraca likuiditas atau daftar likuiditas. Kemudian dihitung rasio likuiditasnya, yaitu suatu perbandingan antara jumlah aktiva lancar dengan jumlah utang jangka pendek yang dinyatakan dengan rumus :

Ratio Likuiditas = jumlah aktiva lancar / jumlah utang jangka pendek  x 100%

Suatu perusahaan dapat dikatakan likuid (mampu membayar utangnya) jika ratio likuiditasnya minimal 200%.

2.      Solvabilitas, ialah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya apabila perusahaan dilikuidasi. Kewajiban tersebut baik berupa hutang jangka panjang maupun hutang jangka pendek.
Ratio solvabilitas dihitung dengan rumus :
 Ratio Solvabilitas = nilai jual aktiva /    jumlah seluruh utang     x 100%
Jika rationya lebih besar dari 100% maka perusahaan dianggap solvabel, artinya dapat membayar semua utangnya jika pada saat itu perusahaan dilikuidasi.

3.      Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau profit dengan sejumlah modal yang ada di dalam perusahaan. Rentabilitas dapat diklasifikasikan menjadi :
·         Rentabilitas ekonomis, kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari keseluruhan modal yang digunakan.
Dapat dihitung dengan rumus:
Rentabilitas Ekonomis = laba bersih sebelum pajak /  jumlah modal perusahaan  x 100%

·         Rentabilitas modal sendiri, adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri yang digunakan.
Rumusnya:
Rentabilitas Modal Sendiri = laba bersih setelah pajak / jumlah modal sendiri x 100%

Ruang Lingkup dari Manajemen Keuangan atau Pembelanjaan


1.      Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja, menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama perusahaan.
2.      Fungsi Manajemen Keuangan
Fungsi utama Manajemen Keuangan adalah sebagai berikut:
·         Planning atau Perencanaan Keuangan, meliputi Perencanaan Arus Kas dan Rugi Laba.
·      Budgeting atau Anggaran, perencanaan penerimaan dan pengalokasian anggaran biaya secara efisien dan memaksimalkan dana yang dimiliki.
·   Controlling atau Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan perusahaan.
· Auditing atau Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar sesuai dengan kaidah standar akuntansi dan tidak terjadi penyimpangan.
·    Reporting atau Pelaporan Keuangan, menyediakan laporan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan dan analisa rasio laporan keuangan. 

3.      Tujuan perusahaan
Tujuan utama Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dimiliki perusahaan atau memberikan nilai tambah terhadap asset yang dimiliki oleh pemegang saham.
4.      Keputusan keuangan
Keputusan keuangan yang tepat berdampak pada value perusahaan, sebagaimana dijelaskan di atas bahwa keputusan keuangan harus berorientasi pada tujuan perusahaan yaitu meningkatkan value perusahaan.  Ada 3 (tiga) keputusan keuangan yaitu sebagai berikut :
·         Keputusan Pendanaan, meliputi kebijakan manajemen dalam pencarian dana perusahaan, misalnya kebijakan menerbitkan sejumlah obligasi dan kebijakan hutang jangka pendek dan panjang perusahaan yang bersumber dari internal maupun eksternal perusahaan.
·         Keputusan Investasi, Kebijakan penanaman modal perusahaan kepada aktiva tetap atau Fixed Assets seperti gedung, tanah, dan peralatan atau mesin, maupun aktiva finansial berupa surat-surat berharga misalnya saham dan obligasi atau aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
·         Keputusan Dividen,Dividen merupakan bagian keuntungan yang dibayarkan oleh perusahaan kepada para pemegang saham.  Oleh karena itu dividen ini merupakan bagian penghasilan yang diharapkan oleh pemegang saham.  Keputusan dividen merupakan keputusan manajemen keuangan untuk menentukan ; deviden tunai,  stabilitas deviden, dividen saham (stock deviden), pemecahan saham (stock split), penarikan kembali saham yang beredar (repurchase stock), yang semuanya ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran para pemegang saham.

JAWABAN UTS MANAJEMEN PERPAJAKAN