Refrain adalah sebuah film drama Indonesia yang dirilis
pada 20 Juni 2013 dan disutradarai oleh Fajar Nugros. Film ini juga dibintangi
oleh Afgansyah Reza sebagai Nata dan Maudy Ayunda sebagai Niki. Skenarionya ditulis
oleh Haqi Achmad dan diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Winna Efendi.
Refrain merupakan sebuah film remaja yang menceritakan tentang persahabatan
antara Niki dan Nata yang memperjuangkan cinta mereka dengan jalannya
masing-masing.
Berawal dari persahabatan yang erat antara Niki dan
Nata sejak kecil dan rumah mereka berada dalam suatu perumahan membuat mereka
berdua merasa nyaman satu sama lain layaknya adik dan kakak. Setelah
bertahun-tahun bersahabat, Ada hal yang berbeda saat Niki dan Nata menginjak
masa SMA. Adegan film dimulai dari nata yang sedang mengejar Pangerannya. Dan cerita dimulai dari flashback kehidupan mereka berdua.
Adegannya menceritakan keseharian mereka yang ingin
pergi ke sekolah, Niki mendominasi dialog dan adegan mereka berkemas
ditampilkan dalam satu layar. Niki menceritakan sifat-sifat Nata dari dulu
hingga mereka SMA seperti sekarang. Namun, dalam adegan itu terlihat promosi yang
amat mencolok.
Kehadiran anak baru di sekolah mereka berpengaruh
dengan cerita di film tersebut. anak baru itu bernama Annalise (Chelsea
Elizabeth Islan), siswi baru yang ternyata Ibunya seorang model terkenal. Niki
ternyata sudah lama ngefans dengan
ibunya Anna dan merekapun menjadi sahabat. Terdapat sebuah adegan dimana
seorang guru yang mengintimidasi anak baru tersebut dengan semua pertanyaan
yang menuntut, namun tidak terlalu dianggap serius. Niki dan Nata pertamakali
bertegur sapa di UKS saat Anna merasa pusing saat di introgasi oleh guru killer tersebut. Persahabatan mereka
dimulai saat mereka ternyata teman sekelas.
Kehidupan SMA yang mereka jalani sangat berbeda
sifat. Nata, merupakan seorang siswa pintar dan patuh terhadap peraturan.
Anna,seorang siswi yang pendiam. Dan Niki, seorang siswi yang merupakan anak
dalam kategori bandel disekolahnya.
Persahabatan tiga orang dengan kepribadian yang berbeda sangat menarik untuk
ditonton.
Suatu hari mereka membolos sekolah bersama demi
menemui ibunya Anna. Namun karena tindakan tersebut mereka bertiga menanggung
resikonya. Dalam adegan ini terlihat sikap Niki yang tidak pernah mematuhi
peraturan sekolah dan tidak pantas untuk ditiru. Mereka dihukum untuk
membersihkan bus sekolah. Namun, mereka melakukannya dengan enjoy dan tidak mengambil pusing dengan
kompensasi yang harus mereka ambil.
Singkat cerita, dimulailah konflik hati diantara
Niki Dan Nata. Saat acara pensi di
sekolah mereka, Niki yang merupakan seorang anak cheers menemui Oliver (Maxime Bouttier) saat pertandingan basket
berlangsung. Oliver adalah kapten basket di Tim basket sekolah mereka. Hal itu
membuat Helena (Stevani Nepa) langsung jatuh cinta padanya. Tetapi, Oliver
terlihat lebih tertarik pada Niki. Kecemburuan
Helena terhadap Niki terlihat natural seakan bukan acting. Persahabatan antara niki, Nata Dan Anna terlihat harmonis
saat nata yang sedang mengikuti kompetisi menyanyi di sekolah. Dengan semangat
yang menggebu, Niki menyemangati Nata dengan kostum cheersnya.
Setelah
selesai mengikuti lomba, Nata melihat Niki "ngobrol" dengan oliver
dan itu membuat ia terlihat cemburu. Sejak itu,
Oliver gigih mengejar Niki dan mereka akhirnya jadian. Oliver ternyata pernah tinggal di Prancis terungkap saat
adegan mereka kencan di sebuah restoran dengan menu makanan khas Prancis.
Klimaks film ini terlihat saat Nata
yang ternyata diam-diam menyayangi Niki lebih dari sahabat. Sayangnya, Nata
tidak berani mengungkapkan perasaannya. Anna juga ternyata menyukai Nata.
Ketika Niki akhirnya tahu-ketika justru sudah jadian dengan Oliver
hubungan persahabatan mereka bertiga menjadi runyam. Cara Anna menyukai
Nata boleh dibilang unik, yaitu menyimpan obat cacing di kotaknya. Obat cacing
itu salah diberikan Nata ketika Anna sakit dan dibawa ke ruang UKS waktu hari
pertama sekolah dan lewat foto-fotonya. Cerita terus berkembang kian seru karena Oliver juga tahu Niki juga
menyukai Nata.
Perasaan Nata pada Niki tersimpan
pada surat dalam amplop biru. Sayangnya Niki baru membaca surat itu ketika Nata
sudah berangkat ke Austria untuk kuliah musik. Lima tahun kemudian Niki
memutuskan menengok Nata di Wina dan membicarakan cintanya yang datang
terlambat namun nasib sial menghampirinya yang harus kehilangan koper dan
tersesat ia akhirnya menemukan Nata sedang bermain piano. Setelah itu Niki
menunggu diluar hingga Nata melihatnya. Mereka kemudian jalan-jalan dengan
sebuah kereta kuda, dalam perjalanan Niki memberikan surat di dalam sebuah
amplop merah yang isinya adalah "It's always been you too", suatu
adegan yang romantis yang mengena dihati para penonton dan sebuah jawaban untuk
apa yang diharapkan Nata selama ini. Mengikuti tradisi dalam FTV-FTV di
channel-channel Televisi dan mudah saja untuk ditebak film ini berakhir dengan
kebahagiaan mereka setelah membaca surat itu di kereta kuda.
Film ini mengingatkan kita pada film
“Milli dan Nathan” (2011) yang juga diangkat dari novel karya Titien Wattimena.
Kedua film tersebut menggambarkan tentang kisah cinta kedua orang sahabat.
Namun film “Milli dan Nathan” terkesan lebih dewasa jika dibandingkan film “Refrain”.
Meskipun banyak sekali perbedaan di antara kedua film tersebut, namun tema yang
digunakan penulis tetap sama. Pemain yang terlibat dalam film tersebut juga
mempengaruhi penonton. Dengan menggunakan Afgan dan Maudy Ayunda sebagai
pemeran utama membuat film tersebut laku dipasaran.
“Refrain” menyajikan kisah romance
yang biasa terjadi dikalangan remaja. Aktor dan Aktris yang terlibat sangan mendukung
tema film. Tempat pengambilan scene yang indah juga menjadi daya tarik penonton
dalam menikmati film. Sikap tiap-tiap tokoh berhasil didalami oleh para pemain
sehingga film terlihat natural. Bagian saat mereka berada di luar negeri pun
juga membuat film menjadi diminati oleh remaja biasanya. Makna yang di dapatkan
juga sangat bermanfaat dan sangat cocok untuk kisah percintaan remaja sekarang.
Persahabatan yang terjalin juga menjadi cermin untuk anak muda dalam berteman
Namun,
film ini kurang jelas untuk sebuah film. Orang tua dari ketiga sahabat tersebut
belum diketahui siapa. Hanya sebagian kecil yang diperlihatkan. Niki dan Nata
yang dikatakan bersahabat sejak kecil pun belum dipastikan dengan adanya scene
saat mereka kecil. Hal itu membuat film tersebut menjadi ganjil. Pengambilan gambar saat Niki dan Nata di luar negeri juga
kurang bagus kualitasnya.
Overall,dari
ulasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa film “Refrain” mengajarkan kita arti
dari sebuah persahabatan, Cinta, kasih sayang Orangtua, dan kepedulian. Dengan
menonton film ini kita bisa lebih menghargai perasaan orang lain. Belajar untuk
tidak membohongi diri sendiri. Untuk lebih berani dalam mengungkapkan perasaan.
Kita juga dapat belajar untuk merelakan dan mengikhlaskan dari tokoh Anna dalam
film tersebut.
Apapun rencana yang kita buat..
Dimanapun kita berpijak..
Sejauh apapun kita pergi..
Cinta akan tetap berada disana..
Menunggumu mengakui keberadaannya
Cinta tak akan lekang oleh waktu.
Thanks ya Guys udah mau baca Post-an ku sampe sini. Don't forget to comment and like ;)


