Senin, 06 Maret 2017

TUGAS 1

 SISTEM EKONOMI INDONESIA

Sistem 
berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Ekonomi
merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."

Pengertian Sistem Ekonomi

  • Secara umum,
    Pengertian sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi seluruh kegiatan perekonomian dalam masyarakat yang dilakukan pemerintah atau swasta berlandaskan prinsip tertentu dalam rangka meraih kemakmuran atau kesejahteraan.
  • Menurut Gilarso (1992:486)
    sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.
  • Menurut McEachernsistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).
  • Dumatry (1996)
    Pengertian sistem ekonomi menurut Dumatry adalah suatu sistem yang mengatur dan terjalin hubungan ekonomi antar sesama manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan
    bahw
  • Menurut Chester A Bermand
    Pengertian sistem ekonomi adalah suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri dan batas tersendiri.   
  • Menurut Gregory Grossman dan M. Manu
    Pengertian sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi. 

Macam - Macam Sistem Ekonomi

Setiap negara mempunyai cara atau sistem yang berbeda dalam memecahkan permasalahan ekonomi. Sistem ekonomi yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sebagai berikut : 

Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional ialah suatu sistem ekonomi dalam organisasi kehidupan ekonomi berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun yang mengandalkan faktor produksi apa adanya.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional antara lain :
·         Belum terdapat pembagian kerja yang jelas dalam masyarakat.
·         Bergantung pada sektor pertanian/agraris.
·         Pemenuhan kebutuhan menggunakan sistem barter
·  Proses produksi dan sistem distribusi terbentuk karena kebiasaan (tradisi) masyaraka yang sifatnya kekeluargaan, sehingga bersifat kurang dinamis.
·         Teknologi produksi  yang digunakan masih sederhana
·         Alam menjadi sumber utama untuk bertahan hidup
Kelebihan sistem ekonomi tradisional:
·         Tidak terjadi persaingan dalam kegiatan ekonomi
·         Kegiatan ekonomi dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan
·         Kehidupan ekonomi masyarakat cenderung stabil
·       Tidak menimbulkan tekanan psikologis bagi masyarakat
Kelemahan sistem ekonomi tradisional:
·       Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi kebutuhan bukan meningkatkan taraf hidup.
·         Kegiatan ekonomi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan
·         Sulit mengalami kemajuan karena perubahan dianggap tabu.
·         Tidak memperhatikan efisiensi dalam mengalokasika sumber daya ekonomi

Sistem Ekonomi Terpusat/ Komando (Sosialis)
Sistem ekonomi Komando adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memiliki kekuasaan yang dominan pada pengaturan kegiatan ekonomi. Penguasaan dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut sistem ekonomi terpusat antara lain: Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).
Ciri-ciri sistem ekonomi komando:
·         Alat dan sumber produksi dimiliki oleh Negara
·         Kebijakan ekonomi diatur dan ditentukan oleh pemerintah (central planning)
·         Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah
·         Kebebasan masyarakat dalam berekonomi tidak ada
·         Hak milik pribadi tidak diakui oleh pemerintah
·         Tingkat harga dan bunga ditentukan oleh pemerintah
Kelebihan sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut:
·         Kegiatan dan jenis perekonomian menjadi tanggung jawab pemerintah
·         Pengendalian dan pengawasan harga dapat mudah dilakukan
·         Distribusi barang-barang produksi diatur pemerintah
·         Perekonomian relatif stabil dan jarang terjadi krisi
·         Adanya pemerataan tingkat pendapatan
Kekurangan atau kelemahan sistem ekonomi komando
·         Inisiatif dan daya kreasi individu tidak berkembang
·         Kebebasan atas hak milik alat dan sumber daya ekonomi tidak ada
·        Hak milik individu tidak ada, kecuali barang yang telah dibagikan oleh pemerintah
·   Kesulitan dalam menghitung kebutuhan masyarakat sehingga biaya produksi sangat besar

Sistem Ekonomi Liberal
Pada sistem ekonomi liberal (pasar), masyarakat diberikan kebebasan untuk menentukan dan mengatur kegiatan ekonomi sesuai tingkat kemampuan tanpa ada campur tangan oleh pemerintah. Aspek modal memegang peran penting dalam sistem ekonomi liberal. Tingkat harga barang ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran (mekanisme pasar).
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal:
·         Alat dan sumber daya dapat dimiliki dan diatur oleh swasta
·         Terdapat pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kelas pekerja (buruh) dan pemilik modal
·         Terjadi persaingan usaha dalam mencari keuntungan sebesar-besarnya
·         Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi, campur tangannya hanya pada hal-hal yang tidak dilakukan oleh pihak swasta seperti politik luar negeri dan keamanan negara.
Kelebihan sistem ekonomi liberal:
·         Setiap individu bebas melakukan kegiatan ekonomi sesuai kemampuannya
·         Inisiatif dan kreativitas masyarakat dapat berkembang
·         Adanya persaingan usaha dalam menghasilkan produk berkualitas
·         Efisiensi dan efektivitas tinggi karena tindakan ekonomi didasarkan pada prinsip ekonomi.
Kelemahan sistem ekonomi liberal:
·         Adanya persaingan tidak sehat karena terjadi eksploitasi pemilik modal
·   Adanya modal terpusat yang dapat menimbulkan monopoli sehingga merugikan masyarakat
·         Menimbulkan kesenjangan ekonomi karena distribusi pendapatan tidak merata
·  Adanya kebebasan dalam berekonomi dapat mendorong ketidakseimbangan perekonomian

Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem ekonomi yang di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha melakukan kegiatan ekonomi, akan tetapi disisi lain pemerintah memiliki campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat pada sumber daya ekonomi.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran:
·         Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hajat hiduporang banyak yang dikuasai oleh negara.
·         Terdapat campur tangan pemerintah terhadap mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan ekonomi
·         Mekanisme kegiatan perekonomian teradalah campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
·         Hak milik perorangan diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentinga umum.
Kebaikan sistem ekonomi campuran:
·         Sektor ekonomi dikuasai oleh pemerintah yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
·         Hak individu/swasta diakui dengan jelas.
·         Harga lebih mudah untuk dikendalikan.
Keburukan sistem ekonomi campuran:
·         Peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta.
·     Timbulnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah sedangkan sedikit sekali pengawasannyad

Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi Indonesia atau demokrasi ekonomi diartikan bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh dan untuk rakyat dengan pengawan pemerintah. Sistem ekonomi berdasarkan pada falsafah Pancasila yang mengandung unsur-unsur meliputi asas kekeluargaan, pandangan agamis tentang masyarakat, dan asas keadilan. Sistem ekonomi Indonesia memandang perlunya keterlibatan tiga pelaku ekonomi, yaitu swasta, negara dan koperasi dalam kegiatan perekonomian.

Penerapan sistem ekonomi disesuaikan dengan cita-cita bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat secara adil dan makmur. Prinsip keadilan berkaitan dengan pembagian hasil produksi, pendapatan, dan kesempatan antara masyarakat. Keadilan menunjukan terpenuhinya kebutuhan masyarakat, tanpa membedakan kekayaan dan diskriminasi jenis kelamin, suku, agama, ras, antar golongan, provinsi dan pulau.
Prinsip penerapan sistem ekonomi Indonesia harus menghindari ciri-ciri sebagai berikut :
·         Sistem persaingan bebas (free fight liberalism)
Sistem persaingan bebas menimbulkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain. Sejarah mencata bahwa sistem ini telah menimbulkan kelemahan struktur perkenomian Indonesia.
·         Sistem elatisme
Elatisme diartikan sebagai paham yang lebih mementingkan negara daripada rakyatnya. Sistem ini memberikan kesempatan bagi negara dan aparaturnya bersifat dominan. Selain itu, sistem ini mematikan potensi, kreasi dan inisiatif pelaku ekonomi di luar sektor ekonomi yang dikelola oleh negara.
·         Monopoli dan persaingan tidak sehat
Monopoli terjadi karena pemusatan kekuatan ekonomi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan monopoli dapat mendorong penguasaan ekonomi oleh sekelompok orang. Monopoli dapat menimbulkan kesenjangan ekonomi karena distribusi pendapatan tidak merata.

Landasan Sistem Ekonomi Indonesia


Era pra-kemerdekaan adalah masa di mana kapitalisme mencengkeram erat Indonesia, dalam bentuk yang paling ekstrim. Pada masa ini, Belanda sebagai agen kapitalisme benar-benar mengisi tiap sudut tubuh bangsa Indonesia dengan ide-ide kapitalisme dari Eropa. Dengan ide kapitalisme itu, seharusnya bangsa Indonesia bisa berada dalam kelas pemilik modal. Tetapi, sebagai pemilik, bangsa Indonesia dirampok hak-haknya. Sebuah bangsa yang seharusnya menjadi tuan di tanahnya sendiri, harus menjadi budak dari sebuah bangsa asing. Hal ini berlangsung hingga bangsa Indonesia mampu melepaskan diri dari penjajahan belanda.
“Perekonomian Indonesia berdasarkan atas asas kekeluargaan.” Demikianlah kira-kira substansi pokok sistem perekonomian Indonesia paska kemerdekaan. Menurut Landasan idiil Sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila. Artinya sitem ekonomi itu berorientasi kepada :
·         Ketuhanan Yang Maha Esa (Adanya moral agama,bukan materialisme)
·         Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Tanpa ada eksploitasi)
·         Persatuan Indonesia (Adanya kebersamaan,kekeluargaan dan Nasionalisme)
·         Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan ( mementingkan hajat hidup orang banyak)
·         Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (Adanya kesetaraan)
   Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme); Kemanusiaan yang adil dan Beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan, Asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi); Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyuat dan hajat hidup orang banyak); serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama  bukan kemakmuran orang-seorang).
Dari butir-butir di atas, keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. Keadilan merupakan titik-tolak, proses dan tujuan sekaligus.
Pasal 33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia yang berdasar Pancasila, dengan kelengkapannya, yaitu Pasal-pasal 18, 23, 27 (ayat 2) dan 34.
sds

Sesi Ber-Opini


Apabila saya memiliki posisi sebagai pengambil kebijakan pembangunan, maka saya akan mementingkan Pertumbuhan Ekonomi. Karena, dalam pemikiran ini pertumbuhan ekonomi menjadi kriteria utama bagi pengukuran keberhasilan pembangunan. Selanjutnya dianggap bahwa dengan pertumbuhan ekonomi buah pembangunan akan dinikmati pula oleh si miskin melalui proses merambat ke bawah (trickle down effect) atau melalui tindakan koreksi pemerintah mendistribusikan hasil pembangunan. Bahkan tersirat pendapat bahwa ketimpangan atau ketidakmerataan adalah merupakan semacam prasyarat atau kondisi yang harus terjadi guna memungkinkan terciptanya pertumbuhan, yaitu melalui proses akumulasi modal oleh lapisan kaya.
Strategi pembangunan ekonomi suatu Negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusatkan, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah (trickle-down-effect) dan pendistribusian kembali. Dengan memperbanyak investasi dari pengusaha local maupun luar negeri.
Pada tahun 2016 Indonesia mengalami pertumbukan ekonomi sebesar 5,02% . Sebagian besar kenaikan tersebut didapatkan dari hasil sektor pertanian,perikanan,dan perkebunan. Maka dari itu, selain dengan memperbanyak Investasi dan modal usaha, Memperhatikan kualitas panen dan kemudahan dalam produksi para petani dan nelayan sangatlah penting untuk dilakukan dalam memajukan pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JAWABAN UTS MANAJEMEN PERPAJAKAN