A. Pengertian Perusahaan
Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi
dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di
pemerintah dan ada pula yang tidak.
Bagi perusahaan yang
terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya.
Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang
terdaftar di pemerintah secara resmi.
Pengertian juga dapat diartikan sebagai berikut :
- Molengraaff:
Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus,bertindak keluar, untuk memperoleh penghasilan dengan cara memperdagangkan atau menyerahkan barang atau mengadakan perjanjian perdagangan. - Polak: Baru dapat dikatakan perusahaan apabila diperlukan perhitungan laba dan rugi yang dapat diperkirakan dan dicatat dalam pembukuan.
- Undang-Undang No. 3 /1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan: Setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus dan didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Republik Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba (pasal 1 huruf b).
-
Undang-Undang No. 8 / 1997 tentang Dokumen
Perusahaan:
Setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus-menerus dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba baik yang diselenggarakan oleh perseorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum , yang didirikan atau berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia (pasal 1 butir 2).
Contoh dari perusahaan : Unilever N.V. , PT Gudang Garam Tbk ,dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
B. Lingkungan Perusahaan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor ekstern
yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan
arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang
mempengaruhi individu, perusahaan , dan masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas
dan banyak ragamnya , termasuk aspek-aspek ekonomi , politik , sosial , etika –
hukum , dan ekologi / fisik dan sebagainya. Masing – masing faktor saling
menunjang dan saling mempengaruhi.
contoh lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
Lingkungan Internal
- Yang dimaksud lingkungan internal perusahaan adalah berbagai hal atau pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari hari organisasi, dan mempengaruhi langsung terhadap setiap program, kebijakan, hingga “denyut nadi” nya organisasi.
- Sedangkan (Lawrence dan William, 1998)
mendefinisikan lingkungan internal perusahaan sebagai suatu proses dengan mana perencana
strategi mengkaji pemasaran, dan distribusi perusahaan, penelitian dan
pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan karyawan perusahaan, serta
faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan dimana perusahaan mempunyai
kekuatan dan kelemahan yang penting sehingga perusahaan dapat memanfaatkan
peluang dengan cara yang paling efektif dan dapat menangani ancaman di dalam
lingkungan.
- Lingkungan internal adalah kejadian dan kecenderungan dalam suatu organisasi yang mempengaruhi manajemen, karyawan dan budaya organisasi
Yang termasuk lingkungan internal adalah :
- Tenaga kerja
- Peralatan dan mesin
- Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
- Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
- Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
Lingkungan External
Lingkungan
external meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa
tekanan umum dan tren di dalam lingkungan ataupun faktor-faktor spesifik yang
beroperasi dalam lingkungan kerja. Variabel-variabel ini terbagi menjadi dua
jenis, yaitu ancaman dan peluang.
Yang
mana memerlukan pengendalian jangka panjang dari manajemen puncak organisasi.
Lingkungan eksternal adalah semua
kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk mempengaruhi perusahaan
(Chuck Williams, 2001; 51)
Disini lingkungan eksternal terbagi menjadi 2 :
- Lingkungan
ekstern mikro, merupakan unsur-unsur tindakan langsung atau lingkungan khusus.
Lingkungan ekstern mikro terdiri dari :
- Pelanggan (customer)
- Pesaing (competitors)
- Pemasok (supplier)
- Perwakilan-perwakilan pemerintah
- Lembaga keuangan
- Lingkungan
ekstern makro, yang merupakan unsur-unsur tindakan tak langsung atau lingkungan
umum. Lingkungan ekstern makro terdiri dari :
- Ekonomi
- Teknologi
- Politik hukum
- Sosial budaya
C. Tempat Kedudukan Perusahaan (plant location)
Dalam pengertian yang paling umum, tempat kedudukan perusahaan (plant
location) adalah letak geografis bangunan, mesin-mesin, dan peralatan-peralatan
yang dimiliki perusahaan yang digunakan untuk mengolah barang-barang dan/atau
jasa-jasa.
Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat
kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan
lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan,
dan sebagainya
contoh dari kedudukan perusahaan :
- Kantor pusat Bank Mandiri yang terletak di Jakarta memiliki cabang-cabang Bank Mandiri lainnya yang tersebar di seluruh Indonesi
- Continental Airlines nama maskapai penerbangan Amerika Serikat yang terletak di Houston, Texas, Amerika Serikat
D. Letak Perusahaan
Letak perusahaan adalah tempat di mana perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya. Letak perusahaan tidak mempunyai pengertian yang sama dengan kedudukan perusahaan. Kedudukan perusahaan adalah tempat di mana kantor pusat perusahaan berada. Persoalan tentang pemilihan letak perusahaan bukan saja timbul sewaktu mendirikan perusahaan, tetapi juga sewaktu perusahaan sudah menjalankan kegiatan bisnisnya.Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik. letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya.
faktor-faktor yang mempengaruhi biaya adalah:
- Harga bahan mentah/bahan pembantu
- Tingkat upah buruh
- Tanah
- Pajak
- Tingkat bunga
- Biaya alat produksi tahan lama
- biaya atas jasa pihak ketiga
Jenis-Jenis Letak perusahaan
Letak perusahaan dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:
- Letak
Perusahaan yang Terikat Pada Alam
Letak perusahaan yang terikat pada alam pada umumnya karena ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Perusahaan yang berkaitan dengan bahan-bahan tambang pada umumnya terletak di daerah faktor produksi alamnya, seperti perusahaan timah, emas, minyak bumi, dan sebagainya. Sebagai contoh, perusahaan pertambangan timah di Indonesia memilih letak perusahaannya di pulau Bangka. Perusahaan pembibitan bunga memilih letak di Puncak karena iklimnya mendukung dan sebagainya -
Letak Perusahaan Berdasarkan Sejarah
Dalam hal ini perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. sebagai contoh,perusahaan batik banyak didirikan di Yogya, Karena pada mulanya batik dikerjakan para wanita keraton untuk mengisi waktu senggangnya. Seni kerajinan ini kemudian menyebar luas ke sekitarnya dan pada umumnya dikerjakan masyarakat untuk mengisi waktu karena tidak ada perkerjaan di sawah. Dalam perkembangannya, kegiatan ini diorganisir dalam perusahaan di Yogyakarta dengan pertimbangan di daerah tersebut tersedia banyak tenaga kerja andal di bidang pembatikan, disertai dengan dukungan budaya yang kuat dari masyarakat sekitarnya -
Letak Perusahaan yang Ditetapkan Pemerintah
Dalam hal ini letak perusahaan ditentukan pemerintah atas dasar pertimbangan keamanan, politik, kesehatan, dan sebagainya. sebagai contoh, letak perusahaan bahan kimia yang berbahaya ditentukan lokasi yang agak terisolir dari masyarakat sekitar dengan harapan limbah yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak mengganggu masyarakat, ataupun bilamana pada suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap perusahaan tersebut, dampaknya dapat ditekan serendah mungkin -
Letak Perusahaan yang Dipengaruhi Faktor-Faktor Ekonomi
Faktor-faktor yang berpengaruh penting dalam kaitannya dengan pemilihan letak perusahaan yang bersifat industri adalah kedekatan bahan mentah dan ketersediaan bahan mentah, ketersediaan tenaga air, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan modal, kemudahan transportasi serta kedekatan pasar, dan kesesuaian iklim.- Ketersediaan Bahan Mentah memungkinkan kesinambungan aktivitas perusahaan, karena tanpa bahan baku perusahaan tidak mungkin berkerja
- Ketersediaan Tenaga Air
merupakan suatu potensi yang dapat dimanfaatkan perusahaan dalam bentuk mendukung kelancaran aktivitasnya disamping dapat berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik yang sangat dibutuhkan perusahaan - Ketersediaan Tenaga Kerja yang melimpah dan murah merupakan pendukung faktor produksi variabel. Semakin murah tenaga kerja yang tersedia semakin rendah biaya produksi persatuan output yang dihasilkan perusahaan. Bila kelimpahan tenaga kerja tersebut diimbangi keahlian yang memadai, perusahaan akan semakin mampu bersaing, baik dalam hal harga meupun kualitas produk yang dihasilkan.
- Ketersediaan Modal sangat mendukung berkembangnya investasi. Perusahaan yang membutuhkan dukungan modal besar untuk perkembangannya, akan sangat memperhitungkan penawaran modal dengan bunga rendah
- Transportasi berpengaruh besar dalam pendistribusian produk. Kelancaran transportasi juga menjamin kelancaran pasokan bahan baku ke lokasi perusahaan
- Kedekatan Pasar
merupakan faktor yang makin memudahkan terserapnya produk yang dihasilkan perusahaan tidak hanya berpengaruh terhadap kesinambungan produksi, tetapi juga berhubungan erat dengan kesehatan buruh yang berkerja di perusahaan. Disamping itu perlu dipertimbangkan pengaruh iklim terhadap ketahanan barangs-barang modal, karena terkait dengan biayha penyusunan barang-barang modal yang pada akhirnsadya akan mempengaruhi biaya produksi.
Ciri - Ciri Perusahaan
Ciri-ciri perusahaan dapat mencerminkan
kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali.
ada
7 ciri - ciri perusahaan secara umum, yaitu :
- Operatif
Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa. - Koordinatif
Diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan. - Regular
Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju. - Dinamis
Lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan. - Formal
Tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian. - Lokasi
Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas. - Pelayanan
Bersyarat
Keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
Sistem Ekonomi Kapitalisme
Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.
Ciri – ciri sistem ekonomi kapitalisme secara umum, yaitu :
- Alat- alat produksi ditangan orang perorangan tidak ditangan pemerintah.
- Harga sangat tergantung pada penawaran dalam permintaan.
- Adanya kemerdekaan disegala bidang, seperti berusaha, mencari pekerjaan, memilih barang konsumsi , bersaing dan sebagainya.
Menurut Winardi, ciri-ciri sistem ekonomi kapitalisme, yaitu :
- Hak milik Privat
- Kebebasan berusaha dan memilih
- Motif pokok yang berpusat pada kepentingan diri sendiri
- Persaingan
- Ketergantungan pada sistem harga
- Peranan terbatas bagi pihak pemerintah
sistem ekonomi kapitalisme terbagi
menjadi 2, yaitu :
Sistem kapitalisme Murni
Ciri-cirinya adalah :
- Perekonomian tidak dikontrol oleh pemerintah
- Pemerintah hanya memenuhi kebutuhan kolektof saja
- Pemerintah tidak menentukan dimana masyarakat bekerja, apa yang diproduksi, dan tidak mengontrol konsumsi
- Masyarakat bebas memilih pekerjaan sesuai dengan kemampuan
- Masyarakat bebas membelanjakan pendapatannya untuk benda apapun dan bebas untuk tidak dibelanjakan atau ditabung
- Masyarakat bebas membelanjakan pendapatannya untuk benda apapun dan bebas untuk tidak dibelanjakan atau ditabung
- Produksi tergantung pada pihak swasta
Sistem kapitalisme Modern
Ciri-cirinya adalah :
- Benda-benda yang diproduksi berdasarkan keinginan konsumen.
- Persaingan yang terjadi berdasarkan mekanisme pasar.
- Adanya sedikit campur tangan pemerintah dalam memiliki alat-alat produksi.
- Masyarakat juga dianjurkan untuk menabung.
Kelebihan sistem ekonomi kapitalisme adalah :
- Karena adanya persaingan bebas, maka produsen cenderung meningkatkan hasil produksi
- Kemungkinan pendapatan dapat dimaksimalkan.
- Dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.
- Pemilihan sektor usaha disesuaikan dengan kemampuan.
Kelemahan sistem ekonomi kapitalisme adalah :
- Terjadinya jurang pemisah antara kelompok ekonomi kuat dan kelompok ekonomi lemah.
- Munculnya monopoli.
- Tumbuhnya sikap mementingkan dirinya sendiri.
- Tidak menghiraukan HAM dan mempekerjakan anak dibawah umur.
- Kurang memperhatikan kesehatan dan lingkungan hidup sekitar perusahaan.
Sistem Ekonomi Sosialisme
Sosialisme
atau sosialis adalah sistem sosial dan ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan
sosial dari alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi, serta teori
politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan sistem
tersebut.
Ciri – ciri sistem ekonomi sosial secara umum, yaitu :
Sistem
ekonomi sosialis mempunyai ciri-ciri berikut ini :
- Semua sumber daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.
- Seluruh kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama. Semua perusahaan milik negara sehingga tidak ada perusahaan swasta.
- Segala keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah.
- Harga-harga dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara.
- Semua warga masyarakat adalah karyawan bagi negara.
Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis :
- Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
- Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat dilakukan dengan merata.
- Pemerintah bisa lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
- Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
Kelemahan
Sistem Ekonomi Sosialis :
- Mematikan kreativitas dan inovasi setiap individu.
- Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
- Kurang adanya variasi dalam memproduksi barang, karena hanya terbatas pada ketentuan pemerintah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar