Senin, 24 Oktober 2016

TUGAS 3


A. Pengertian Perusahaan

    Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak.
Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya.
Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.

Pengertian juga dapat diartikan sebagai berikut :
  • Molengraaff:
    Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus,bertindak keluar, untuk memperoleh penghasilan dengan cara memperdagangkan atau menyerahkan barang atau mengadakan perjanjian perdagangan.
  • Polak:
    Baru dapat dikatakan perusahaan apabila diperlukan perhitungan laba dan rugi yang dapat diperkirakan dan dicatat dalam pembukuan.
  • Undang-Undang No. 3 /1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan: Setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus dan didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Republik Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba (pasal 1 huruf b).
  • Undang-Undang No. 8 / 1997 tentang Dokumen Perusahaan:
    Setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus-menerus dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba baik yang diselenggarakan oleh perseorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum , yang didirikan atau berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia (pasal 1 butir 2).
Contoh dari perusahaan : Unilever N.V. , PT Gudang Garam Tbk ,dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

B. Lingkungan Perusahaan


    Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktor  ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan , dan masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya , termasuk aspek-aspek ekonomi , politik , sosial , etika – hukum , dan ekologi / fisik dan sebagainya. Masing – masing faktor saling menunjang dan saling mempengaruhi.

contoh lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :

Lingkungan Internal

  • Yang dimaksud lingkungan internal perusahaan adalah berbagai hal atau pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari hari organisasi, dan mempengaruhi langsung terhadap setiap program, kebijakan, hingga “denyut nadi” nya organisasi.
  • Sedangkan (Lawrence dan William, 1998) mendefinisikan lingkungan internal perusahaan sebagai suatu proses dengan mana perencana strategi mengkaji pemasaran, dan distribusi perusahaan, penelitian dan pengembangan, produksi dan operasi, sumber daya dan karyawan perusahaan, serta faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan dimana perusahaan mempunyai kekuatan dan kelemahan yang penting sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang dengan cara yang paling efektif dan dapat menangani ancaman di dalam lingkungan.
  • Lingkungan internal adalah kejadian dan kecenderungan dalam suatu organisasi yang mempengaruhi manajemen, karyawan dan budaya organisasi

Yang termasuk lingkungan internal adalah :
  1. Tenaga kerja
  2. Peralatan dan mesin
  3. Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
  4. Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
  5. Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.

Lingkungan External

    Lingkungan external meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi dalam lingkungan kerja. Variabel-variabel ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang.

Yang mana memerlukan pengendalian jangka panjang dari manajemen puncak organisasi.

Lingkungan eksternal adalah semua kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk mempengaruhi perusahaan (Chuck Williams, 2001; 51)
Disini lingkungan eksternal terbagi menjadi 2 :
  1. Lingkungan ekstern mikro, merupakan unsur-unsur tindakan langsung atau lingkungan khusus. Lingkungan ekstern mikro terdiri dari :
    • Pelanggan (customer)
    •  Pesaing (competitors)
    •  Pemasok (supplier)
    •  Perwakilan-perwakilan pemerintah
    •  Lembaga keuangan
  2. Lingkungan ekstern makro, yang merupakan unsur-unsur tindakan tak langsung atau lingkungan umum. Lingkungan ekstern makro terdiri dari :
    • Ekonomi 
    • Teknologi 
    • Politik hukum 
    • Sosial budaya

C. Tempat Kedudukan Perusahaan (plant location)


   Dalam pengertian yang paling umum, tempat kedudukan perusahaan (plant location) adalah letak geografis bangunan, mesin-mesin, dan peralatan-peralatan yang dimiliki perusahaan yang digunakan untuk mengolah barang-barang dan/atau jasa-jasa.

  Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya 

contoh dari kedudukan perusahaan :
  • Kantor pusat Bank Mandiri yang terletak di Jakarta memiliki cabang-cabang Bank Mandiri lainnya yang tersebar di seluruh Indonesi 
  • Continental Airlines nama maskapai penerbangan Amerika Serikat yang terletak di Houston, Texas, Amerika Serikat

D. Letak Perusahaan

    Letak perusahaan adalah tempat di mana perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya. Letak perusahaan tidak mempunyai pengertian yang sama dengan kedudukan perusahaan. Kedudukan perusahaan adalah tempat di mana kantor pusat perusahaan berada. Persoalan tentang pemilihan letak perusahaan bukan saja timbul sewaktu mendirikan perusahaan, tetapi juga sewaktu perusahaan sudah menjalankan kegiatan bisnisnya.

    Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik. letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya.
faktor-faktor yang mempengaruhi biaya adalah:
  • Harga bahan mentah/bahan pembantu
  • Tingkat upah buruh
  • Tanah
  •  Pajak
  • Tingkat bunga
  • Biaya alat produksi tahan lama
  • biaya atas jasa pihak ketiga

Jenis-Jenis Letak perusahaan

Letak perusahaan dapat dibedakan menjadi 4, yaitu: 
  1. Letak Perusahaan yang Terikat Pada Alam
    Letak perusahaan yang terikat pada alam pada umumnya karena ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Perusahaan yang berkaitan dengan bahan-bahan tambang pada umumnya terletak di daerah faktor produksi alamnya, seperti perusahaan timah, emas, minyak bumi, dan sebagainya. Sebagai contoh, perusahaan pertambangan timah di Indonesia memilih letak perusahaannya di pulau Bangka. Perusahaan pembibitan bunga memilih letak di Puncak karena iklimnya mendukung dan sebagainya
  2. Letak Perusahaan Berdasarkan Sejarah
    Dalam hal ini perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. sebagai contoh,perusahaan batik banyak didirikan di Yogya, Karena pada mulanya batik dikerjakan para wanita keraton untuk mengisi waktu senggangnya. Seni kerajinan ini kemudian menyebar luas ke sekitarnya dan pada umumnya dikerjakan masyarakat untuk mengisi waktu karena tidak ada perkerjaan di sawah. Dalam perkembangannya, kegiatan ini diorganisir dalam perusahaan di Yogyakarta dengan pertimbangan di daerah tersebut tersedia banyak tenaga kerja andal di bidang pembatikan, disertai dengan dukungan budaya yang kuat dari masyarakat sekitarnya
  3. Letak Perusahaan yang Ditetapkan Pemerintah
    Dalam hal ini letak perusahaan ditentukan pemerintah atas dasar pertimbangan keamanan, politik, kesehatan, dan sebagainya. sebagai contoh, letak perusahaan bahan kimia yang berbahaya ditentukan lokasi yang agak terisolir dari masyarakat sekitar dengan harapan limbah yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak mengganggu masyarakat, ataupun bilamana pada suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap perusahaan tersebut, dampaknya dapat ditekan serendah mungkin
  4. Letak Perusahaan yang Dipengaruhi Faktor-Faktor Ekonomi
    Faktor-faktor yang berpengaruh penting dalam kaitannya dengan pemilihan letak perusahaan yang bersifat industri adalah kedekatan bahan mentah dan ketersediaan bahan mentah, ketersediaan tenaga air, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan modal, kemudahan transportasi serta kedekatan pasar, dan kesesuaian iklim.
    • Ketersediaan Bahan Mentah memungkinkan kesinambungan aktivitas perusahaan, karena tanpa bahan baku perusahaan tidak mungkin berkerja 
    • Ketersediaan Tenaga Air
      merupakan suatu potensi yang dapat dimanfaatkan perusahaan dalam bentuk mendukung kelancaran aktivitasnya disamping dapat berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik yang sangat dibutuhkan perusahaan
       
    • Ketersediaan Tenaga Kerja yang melimpah dan murah merupakan pendukung faktor produksi variabel. Semakin murah tenaga kerja yang tersedia semakin rendah biaya produksi persatuan output yang dihasilkan perusahaan. Bila kelimpahan tenaga kerja tersebut diimbangi keahlian yang memadai, perusahaan akan semakin mampu bersaing, baik dalam hal harga meupun kualitas produk yang dihasilkan.
    • Ketersediaan Modal sangat mendukung berkembangnya investasi. Perusahaan yang membutuhkan dukungan modal besar untuk perkembangannya, akan sangat memperhitungkan penawaran modal dengan bunga rendah
    • Transportasi berpengaruh besar dalam pendistribusian produk. Kelancaran transportasi juga menjamin kelancaran pasokan bahan baku ke lokasi perusahaan
    • Kedekatan Pasar
      merupakan faktor yang makin memudahkan terserapnya produk yang dihasilkan perusahaan tidak hanya berpengaruh terhadap kesinambungan produksi, tetapi juga berhubungan erat dengan kesehatan buruh yang berkerja di perusahaan. Disamping itu perlu dipertimbangkan pengaruh iklim terhadap ketahanan barangs-barang modal, karena terkait dengan biayha penyusunan barang-barang modal yang pada akhirnsadya akan mempengaruhi biaya produksi.

Ciri - Ciri Perusahaan


Ciri-ciri perusahaan dapat mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali.

ada 7 ciri - ciri perusahaan secara umum, yaitu :
  • Operatif
    Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
  • Koordinatif
    Diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
  • Regular
    Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
  • Dinamis
    Lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
  • Formal
    Tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian.
  • Lokasi
    Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
  • Pelayanan Bersyarat
    Keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
 

Sistem Ekonomi Kapitalisme


    Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.

Ciri – ciri sistem ekonomi kapitalisme secara umum, yaitu :

  • Alat- alat produksi ditangan orang perorangan tidak ditangan pemerintah. 
  • Harga sangat tergantung pada penawaran dalam permintaan. 
  • Adanya kemerdekaan disegala bidang, seperti berusaha, mencari pekerjaan, memilih barang konsumsi , bersaing dan sebagainya.

Menurut Winardi, ciri-ciri sistem ekonomi kapitalisme, yaitu :

  • Hak milik Privat
  • Kebebasan berusaha dan memilih
  • Motif pokok yang berpusat pada kepentingan diri sendiri
  • Persaingan
  • Ketergantungan pada sistem harga
  • Peranan terbatas bagi pihak pemerintah
sistem ekonomi kapitalisme terbagi menjadi 2, yaitu : 

Sistem kapitalisme Murni

Ciri-cirinya adalah :
  • Perekonomian tidak dikontrol oleh pemerintah
  • Pemerintah hanya memenuhi kebutuhan kolektof saja
  • Pemerintah tidak menentukan dimana masyarakat bekerja, apa yang diproduksi, dan tidak mengontrol  konsumsi
  • Masyarakat bebas memilih pekerjaan sesuai dengan kemampuan
  • Masyarakat bebas membelanjakan pendapatannya untuk benda apapun dan bebas untuk tidak dibelanjakan atau ditabung
  • Masyarakat bebas membelanjakan pendapatannya untuk benda apapun dan bebas untuk tidak dibelanjakan atau ditabung
  • Produksi tergantung pada pihak swasta

Sistem kapitalisme Modern

 Ciri-cirinya adalah :
  • Benda-benda yang diproduksi berdasarkan keinginan konsumen. 
  • Persaingan yang terjadi berdasarkan mekanisme pasar.
  • Adanya sedikit campur tangan pemerintah dalam memiliki alat-alat produksi.
  • Masyarakat juga dianjurkan untuk menabung.

Kelebihan sistem ekonomi kapitalisme adalah :

  • Karena adanya persaingan  bebas, maka produsen cenderung meningkatkan hasil produksi
  • Kemungkinan pendapatan dapat dimaksimalkan.
  • Dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja.
  • Pemilihan sektor usaha disesuaikan dengan kemampuan.

Kelemahan sistem ekonomi kapitalisme adalah :

  • Terjadinya jurang pemisah antara kelompok ekonomi kuat dan kelompok ekonomi lemah.
  • Munculnya monopoli.
  • Tumbuhnya sikap mementingkan dirinya sendiri.
  • Tidak menghiraukan HAM  dan mempekerjakan anak dibawah umur.
  • Kurang memperhatikan kesehatan dan lingkungan hidup sekitar perusahaan.

Sistem Ekonomi Sosialisme


   Sosialisme atau sosialis adalah sistem sosial dan ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi, serta teori politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan sistem tersebut.

Ciri – ciri sistem ekonomi sosial secara umum, yaitu :

Sistem ekonomi sosialis mempunyai ciri-ciri berikut ini :
  • Semua sumber daya ekonomi dimiliki dan dikuasai oleh negara.
  • Seluruh kegiatan ekonomi harus diusahakan bersama. Semua perusahaan milik negara sehingga tidak ada perusahaan swasta.
  • Segala keputusan mengenai jumlah dan jenis barang ditentukan oleh pemerintah.
  • Harga-harga dan penyaluran barang dikendalikan oleh negara.
  • Semua warga masyarakat adalah karyawan bagi negara.
Seperti halnya sistem ekonomi kapitalis, sistem ekonomi sosialis juga mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis :

  • Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
  • Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat dilakukan dengan merata.
  • Pemerintah bisa lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
  • Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis :
  • Mematikan kreativitas dan inovasi setiap individu.
  • Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
  • Kurang adanya variasi dalam memproduksi barang, karena hanya terbatas pada ketentuan pemerintah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JAWABAN UTS MANAJEMEN PERPAJAKAN