Peranan Penduduk dalam Pertumbuhan Ekonomi terkait Tenaga Kerja dan Pengangguran
Menurut Saya, jumlah penduduk merupakan salah
satu indikator penting dalam suatu negara. Para ahli ekonomi klasik yang di
pelopori Adam Smith bahkan menganggap
bahwa jumlah penduduk merupakan input yang potensial yang dapat digunakan
sebagai faktor produksi untuk meningkatkan produksi suatu rumah tangga
perusahaan. Semakin banyak penduduk maka semakin banyak pula tenaga kerja yang
dapat digunakan. Oleh karena jumlah penduduk terus bertambah, maka banyak yang
harus dicanangkan untuk mengatasi keadaan jumlah penduduk yang semakin
bertambah.
Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat tersebut,
mengundang banyak masalah. Oleh karena itu, jumlah penduduk sangat berpengaruh
terhadap masalah tenaga kerja, yaitu pengangguran. Dengan melonjaknya
pertumbuhan penduduk, maka tenaga kerja yang ada semakin banyak sedangkan
lapangan pekerjaan yang tersedia tidak meningkat sebanyak pertumbuhan penduduk
itu sendiri. Oleh karena itu, jumlah pengangguran meningkat karena daya saing
tenaga kerja yang ada kurang memadai, seperti keterampilan dan pendidikan yang
dimiliki masih terbilang rendah.
Indonesia Menggunakan Indicator Absolut
Menurut saya, Indonesia menggunakan indikator/pendekatan
absolut dalam kemiskinan, karena pendekatan absolut yang menekankan pada
pemenuhan kebutuhan fisik manusia. Tolok ukur yang dipakai adalah kebutuhan
keluarga, dengan memperhatikan kebutuhan minimal yang harus dipenuhi oleh suatu
keluarga agar dapat melangsungkan kehidupannya secara sederhana, tetapi memadai
sebagai warga masyarakat yang layak. Termasuk didalamnya kebutuhan akan pangan,
perumahan, sandang, pemeliharaan kesehatan dan pendidikan anak. Menurut
pendekatan ini kemiskinan dipahami sebagai suatu keadaan dimana seseorang atau
sekelompok orang tidak mampu mencapai kebutuhan fisik pada tingkat minimal dari
standar kebutuhan yang sudah ditetapkan (Suparlan, 1993).
Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi
kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan
kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan
dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan
5 faktor penyebab kemiskinan, yaitu :
1) Pendidikan yang Terlampau Rendah
Tingkat pendidikan yang rendah menyebabkan
seseorang kurang mempunyai keterampilan tertentu yang diperlukan dalam
kehidupannya. Keterbatasan pendidikan atau keterampilan yang dimiliki seseorang
menyebabkan keterbatasan kemampuan seseorang untuk masuk dalam dunia kerja.
2) Malas Bekerja
Adanya sikap malas (bersikap pasif atau bersandar
pada nasib) menyebabkan seseorang bersikap acuh tak acuh dan tidak bergairah
untuk bekerja.
3) Keterbatasan Sumber Alam
Suatu masyarakat akan dilanda kemiskinan apabila sumber
alamnya tidak lagi memberikan keuntungan bagi kehidupan mereka. Hal ini sering
dikatakan masyarakat itu miskin karena sumberdaya alamnya miskin.
4) Terbatasnya Lapangan Kerja
Keterbatasan lapangan kerja akan membawa
konsekuensi kemiskinan bagi masyarakat. Secara ideal seseorang harus mampu
menciptakan lapangan kerja baru sedangkan secara faktual hal tersebut sangat
kecil kemungkinanya bagi masyarakat miskin karena keterbatasan modal dan
keterampilan.
5) Beban Keluarga
Seseorang yang mempunyai anggota keluarga banyak
apabila tidak diimbangi dengan usaha peningakatan pendapatan akan menimbulkan
kemiskinan karena semakin banyak anggota keluarga akan semakin meningkat
tuntutan atau beban untuk hidup yang harus dipenuhi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar